KABARPAPUA.CO, Wamena – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya telah menyiapkan lahan di dua lokasi untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Jayawijaya. Hal ini disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Jayawijaya, Ronny Elopere kepada wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Kamis, 23 Oktober 2025.
Menurut Ronny, Pemkab Jayawijaya sudah menyiapkan dua lokasi untuk pembangunan Sekolah Rakat sesuai program pemerintah pusat. Dua lokasi itu berada di Distrik Koragi dan Distrik Pelebaga, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
“Kami siapkan lokasi lebih dari enam hektar. Kami akan usahakan mendorong percepatan, kan mereka minta syarat utama sertifikat dan lokasi. Kami sementara usahakan dan pertanahan sudah ukur dan dalam proses sertifikat. Rencana tahun depan sudah mulai pembangunannya,” jelas Ronny.
Wakil Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Robert Rouw menyatakan dukungan penuh terhadap program Sekolah Rakyat dan mendorong pemerintah daerah untuk aktif berkoordinasi dengan masyarakat dalam penyediaan lahan pembangunan Sekolah Rakyat.
Sebab menurut Robert, dengan legalitas lokasi yang jelas dan kesiapannya, program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas Pendidikan dan mempercepat pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Papua, khususnya di Provinsi Papua Pegunungan.
Robert juga mengatakan, tiap kabupaten atau kota di Papua dan khususnya di Provinsi Papua Pegunungan,harus miliki sekolah rakyat. Tiap kepala daerah harus bisa mengambil kesempatan menyediakan lahan yang legal seluas 6 hektar untuk pembangunan sekolah.
“Sebab program Sekolah Rakyat yang akan dibangun ini berpola asrama dan sangat cocok diterapkan di wilayah Papua, seperti di Provinsi Papua Pegunungan,” jelas Robert kepada wartawan di sela-sela kunjungannya ke Kabupaten Jayawijaya belum lama ini.
Menurut Robert, sebagai wakil rakyat dari Papua Pegunungan dan juga tanah Papua yang ada di Komisi V DPR RI, pihaknya ingin setiap kabupaten yang ada di tanah Papua di 6 provinsi ini, harus mengambil program ini, karena program ini sangat bermanfaat bagi anak-anak.
“SDM yang baik hanya akan diperoleh melalui pendidikan. Sekolah rakyat yang dulu pernah dilakukan pada zaman Belanda memberikan dampak yang sangat baik dan diakui,” terang Robert.
Untuk itu, kata Robert, pemerintah daerah harus segera mengambil inisiatif untuk bisa mendapat sekolah berpola asrama ini di tiap-tiap kabupaten, syaratnya tidak susah karena syarat utama itu adalah kesediaan tanah yang legal minimal 6 hektar.
“Tanah atau lahan di Papua masih cukup luas sehingga pemerintah daerah hanya perlu membangun komunikasi yang baik dengan para tokoh masyarakat untuk pembangunan sekolah berpola asrama ini,” katanya. ***(Agris Wistrijaya)
























