KABARPAPUA.CO, Jakarta– Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Paulus Waterpauw mendorong Pemkab Lanny Jaya mengontrak guru Orang Asli Papua (OAP) sebagai langkah memperkuat layanan pendidikan sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
Usulan ini disampaikan Paulus Waterpauw saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom di Kantor Sekretariat Negara (Sesneg), Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026. Dalam rapat itu dipimpin langsung oleh Ketua KEP OTSUS Papua Velix Wanggai dan dihadiri oleh 8 Pimpinan Komite.
Menurut
Menurut Waterpauw, pendidikan usia dini memiliki peran strategis dalam membentuk masa depan Papua. Karena itu, kebijakan afirmatif di sektor pendidikan perlu diarahkan sejak tahap paling awal. “Usia dini sangat menentukan. Dari merekalah perubahan mendasar bisa dimulai,” kata dia.
Selama ini, kata Waterpauw, banyak daerah di Papua masih bergantung pada guru kontrak dari luar Papua. Padahal, terdapat banyak anak-anak muda Papua yang belum bekerja dan berpotensi untuk diberdayakan.
Ia mengusulkan agar kontrak guru OAP disertai dengan program pelatihan atau pendidikan singkat guna memastikan kualitas pengajaran tetap terjaga. Dengan skema tersebut, pemerintah daerah dinilai dapat memperkuat sektor pendidikan sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal. *** (rilis)
























