Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA TENGAH · 16 Sep 2026 12:19 WIT

Papua Tengah Dorong Sekolah Reguler Ramah Anak Berkebutuhan Khusus


					Pembukaan FGD yang diinisiasi Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Foto: Humas PPT Perbesar

Pembukaan FGD yang diinisiasi Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Foto: Humas PPT

KABARPAPUA.CO, Nabire– ​Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak tanpa terkecuali, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). 

Langkah konkret ini diwujudkan melalui gelaran Focus Group Discussion (FGD) dengan tema:  “Mewujudkan Pendidikan Inklusif dan Penguatan Unit Layanan Disabilitas Menuju Papua Tengah yang Ramah, Setara, dan Berkelanjutan.”

​Kegiatan diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah yang menekankan pendidikan inklusif tidak sekadar formalitas menerima ABK di sekolah reguler.  Lebih dari itu, kesiapan tenaga pendidik, peran aktif orang tua, hingga penyediaan sarana asesmen dan terapi yang jelas menjadi fokus utama yang harus segera dibenahi.

Pembukaan FGD yang diinisiasi Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Foto: Humas PPT

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papua Tengah, Victor Fun yang mewakili Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menegaskan pentingnya mengubah cara pandang masyarakat terhadap ABK.

Dalam FGD tersebut terdapat 3 target utama yakni merumuskan struktur dan fungsi operasional Unit Layanan Disabilitas (ULD) agar mudah diakses masyarakat, membangun jalur penanganan lanjutan dan terapi ABK yang terkoordinasi dan tidak berbelit-belit.

“Termasuk menghimpun sinergi lintas sektor, melibatkan dinas kesehatan, dinas sosial, perlindungan perempuan dan anak, Bappeda, sekolah, tenaga profesional, hingga lingkup keluarga,” katanya, Rabu 16 September 2026.

​Kolaborasi inklusif ini dibuktikan dengan hadirnya berbagai pemangku kepentingan dalam forum tersebut, mulai dari perwakilan perangkat daerah, tenaga kesehatan dan terapis, Guru Pendamping Khusus (GPK), para orang tua, hingga anak-anak berkebutuhan khusus itu sendiri. *** (Agis Pranoto)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Kali Ketiga, Gubernur Meki Nawipa Kunjungan Kerja ke Intan Jaya

16 September 2026 - 06:31 WIT

Gubernur Papua Tengah Lantik Lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

14 September 2026 - 20:09 WIT

Gubernur Papua Tengah Kunjungi Puskesmas Tenedagi Deiyai, Puji Semangat Pelayanan Tenaga Kesehatan

13 September 2026 - 17:06 WIT

Waket II DPRP Papua Tengah Apresiasi Kunker Gubernur Meki Nawipa ke Dogiyai dan Deiyai

13 September 2026 - 16:40 WIT

Inilah Sektor Utama yang Disentuh Kunker Gubernur Papua Tengah di Deiyai

8 September 2026 - 15:58 WIT

Disambut Hangat Masyarakat Dogiyai, Berikut Jadwal Kunker Gubernur Papua Tengah

7 September 2026 - 12:16 WIT

Trending di KABAR PAPUA TENGAH