KABARPAPUA.CO, Jayapura — Semangat pantang menyerah dan keberanian dalam melihat peluang usaha mengantarkan pemuda asal Suku Lani, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang kini berdomisili di Jayapura, Papua meraih kesuksesan di dunia bisnis kuliner.
Pemuda asal Suku Lani atau sering disebut Dani Barat, yang mendiami wilayah sekitar Wamena ini, bernama Nelson A. Wanimbo. Berawal dari usaha roti bakar, bisnis yang dirintisnya kini berkembang pesat hingga memiliki lima cabang.
“Namanya Roti Bakar Ko Makan Pasti Kembali atau Rot-Bar KOMPAK. Kami kini punya lima cabang usaha, ada tiga gerobak di Waena, Kota Jayapura dan satu gerobak atau gerobak keempat di Sentani, Kabupaten Jayapura. Terus gerobak kelima di Yahukimo, Papua Pegunungan,” jelas Nelson.

Salah satu grobak tempat usaha bisnis jualan roti bakar milik Nelson Wanimbo. (Foto: IST)
Meski bisnis jualan roti bakarnya masih menggunakan gerobak, namun usaha roti bakar miliknya selalu ramai pembeli. Lancarnya bisnis roti bakar bukan tanpa kendala, Nelson mengatakan, masih susah mendapatkan tempat mangkal atau lokasi jualan yang strategis.
“Kalau pun ada, harga sewa tempatnya mahal sekali. Belum lagi harga bahan baku roti yang semakin hari bertanbah mahal. Apalagi butuh modal besar, biar bisa produksi roti sendiri. Misalnya modal beli mesin mixser roti, oven gas, cetakan roti, dan timbagan digital. Ya, pelan-pelan pasti ada jalan,” paparnya.

Nelson A. Wanimbo, pemilik usaha bisnis “Ro oti Bakar Ko Makan Pasti Kembali” atau Rot-Bar KOMPAK. (Foto: IST)
Bisnis roti bakar yang digeluti Nelson sejak 2021. Roti bakar buatannya menawarkan beragam pilihan rasa dan varian menu, yang menarik bagi pelanggan. Sedangkan harganya, dari 20 ribu hingga 30 ribu rupiah. “Harga roti bakar kami juga bervariasi,” katanya.
Tak hanya itu, Nelson juga mempekerjakan para pemuda asli Papua di beberapa cabang usaha miliknya. “Semua anak Papua dari berbagai daerah, dari Sarmi, Nabire, Timika, Nduga, Yahukimo, Wamena, Lani Jaya, dan Mamberamo Tengah,” katanya.
“Sedikit motivasi, selagi masih muda, fresh, dan kuat, mari jangan takut untuk gagal, turunkan ko pu gengsi, tingkatkan ko pu potensi,” kata Nelson menambahkan. Kisah ini jadi inspirasi bagi generasi muda Papua, bahwa kesuksesan dapat diraih melalui kerja keras, kreativitas, serta kemauan untuk terus belajar dan berkembang. ***(Agies Pranoto)








