Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA TENGAH · 23 Jul 2026 22:47 WIT

Nabire Jadi Ibu Kota Papua Tengah, Meki Nawipa: Ini Hasil Perjuangan Komarudin Watubun


					Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, Wagub Papua Tengah Deinas Geley, dan Anggota DPR RI Dapil Papua Tengah Komarudin Watubun. (Foto dok: papuatengahprov.go.id) Perbesar

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, Wagub Papua Tengah Deinas Geley, dan Anggota DPR RI Dapil Papua Tengah Komarudin Watubun. (Foto dok: papuatengahprov.go.id)

KABARPAPUA.CO, Nabire – Kini genap empat tahun berdirinya Provinsi Papua Tengah, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa secara khusus mengapresiasi perjuangan besar Anggota DPR RI Dapil Papua Tengah, Komarudin Watubun yang gigih memperjuangkan penetapan Nabire sebagai ibu kota provinsi. 

Penegasan ini disampaikan sebagai bentuk penghormatan atas sejarah dan perjuangan yang melandasi keberadaan daerah ini saat ini. Hal itu disampaikan pada momentum perayaan HUT Papua Tengah ke IV pada Rabu, 22 Juli 2026.

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa juga menegaskan, pilihan terhadap Nabire bukan terjadi secara kebetulan, melainkan buah perjuangan panjang yang didasari pertimbangan mendalam demi kepentingan masyarakat luas.

“Kalau tidak ada perjuangan dan sikap tegas dari Pak Komarudin Watubun saat itu, mungkin kita tidak berdiri di sini hari ini. Beliau berjuang agar ibu kota ini berpihak pada aksesibilitas rakyat,” ujar Gubernur Nawipa.

Saat itu, lanjut Meki, Komarudin Watubun mendasari usahanya pada dua prinsip utama yaitu perlindungan hak Orang Asli Papua (OAP) dan pemerataan akses pelayanan. 

Nabire dipilih agar saudara-saudara dari wilayah pegunungan seperti Paniai, Dogiyai, Intan Jaya, hingga Puncak Jaya bisa menjangkau pusat pemerintahan melalui jalur darat, tidak bergantung sepenuhnya pada penerbangan yang terbatas biaya dan ketersediaannya.

“Tujuannya jelas, agar pemerintahan benar-benar bisa dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya.

Kini, empat tahun berlalu, Nabire telah tumbuh menjadi pusat denyut nadi pembangunan, tempat lahirnya kebijakan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan gratis, jaminan kesehatan, hingga Program BANGKIT yang memprioritaskan tumbuh kembang balita OAP.

“Kita ada di sini karena ada orang-orang yang berani berjuang sebelum kita. Mari kita jaga amanah itu dan jadikan Nabire ibu kota yang melayani tanpa membeda-bedakan, rumah besar yang terbuka bagi seluruh putra-putri Papua Tengah,” kata Gubernur Meki.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menghargai jejak perjuangan pendahulu demi kemajuan bersama. ***(papuatengahprov.go.id)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Gubernur Papua Tengah Lantik Lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

14 September 2026 - 20:09 WIT

Gubernur Papua Tengah Kunjungi Puskesmas Tenedagi Deiyai, Puji Semangat Pelayanan Tenaga Kesehatan

13 September 2026 - 17:06 WIT

Waket II DPRP Papua Tengah Apresiasi Kunker Gubernur Meki Nawipa ke Dogiyai dan Deiyai

13 September 2026 - 16:40 WIT

Inilah Sektor Utama yang Disentuh Kunker Gubernur Papua Tengah di Deiyai

8 September 2026 - 15:58 WIT

Disambut Hangat Masyarakat Dogiyai, Berikut Jadwal Kunker Gubernur Papua Tengah

7 September 2026 - 12:16 WIT

Pejabat ASN Asal Deiyai Gelar Rakor Persiapan Penyambutan Kunker Gubernur Papua Tengah

5 September 2026 - 18:05 WIT

Trending di KABAR PAPUA TENGAH