Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

POLITIK · 10 Jan 2026 04:40 WIT

Manuver ‘Bluffing’ Demokrat: Strategi Naikkan Nilai Tawar AHY di Hadapan Prabowo


					Ilustrasi Bendera Partai Demokrat. Foto: Net Perbesar

Ilustrasi Bendera Partai Demokrat. Foto: Net

KABARPAPUA.CO, Jakarta– Perubahan sikap Partai Demokrat terkait mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) memicu diskusi hangat di ruang publik. Partai berlambang bintang mercy yang satu dekade lalu—di bawah kepemimpinan SBY—gigih memperjuangkan Pilkada langsung, kini justru memberikan sinyal dukungan terhadap opsi Pilkada melalui DPRD.

Pakar politik sekaligus Direktur Eksekutif NSL Political Consultant and Strategic Campaign, Nasarudin Sili Luli, menilai langkah ini bukanlah sekadar perubahan ideologi, melainkan sebuah teknik “Political Bluffing” (gertakan politik) yang terukur.

Teknik ‘Bluffing’ dalam Catur Politik

Nasarudin menjelaskan bahwa dalam kompetisi politik yang ketat, bluffing adalah hal lumrah untuk memancing respons lawan atau kawan koalisi. Pihak yang melakukan gertakan tidak menunjukkan niat aslinya secara terang-terangan hingga lawan bergerak ke arah yang diinginkan.

“Manuver Demokrat dan AHY ini adalah teknik gertakan kepada Prabowo Subianto. Tujuannya jelas: menjaga relevansi AHY sebagai kandidat cawapres potensial untuk mendampingi Prabowo pada Pemilu 2029,” ujar Nasarudin.

Manajemen Impresi dan Nilai Simbolik

Selain bluffing, Nasarudin melihat adanya strategi Manajemen Impresi, sebuah teori dari sosiolog Erving Goffman. AHY sedang membangun citra bahwa dirinya adalah mitra strategis yang paling pantas berada di sisi Prabowo.

Berdasarkan teori Jean Baudrillard mengenai nilai intrinsik-simbolis, manuver politik ini berfungsi menaikkan “harga” AHY sebagai “komoditas” politik dalam koalisi. Pesan simbolik yang dikirimkan Demokrat seolah mengingatkan Prabowo bahwa AHY memiliki basis massa yang matang dan loyalitas yang patut diperhitungkan. *** (rilis)

Artikel ini telah dibaca 61 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pengurus DPW Papua Tengah Resmi Dilantik, Target Menangkan Pemilu 2029

22 January 2026 - 23:35 WIT

Analisis NSL: Gerindra dan Strategi “Para Bellum”: Mengunci Kemenangan 2029

30 December 2025 - 10:08 WIT

Berbagi Kasih, Nasdem Papua Barat Salurkan 1.000 Parsel Natal

23 December 2025 - 00:38 WIT

Siap Maju Pilgub Papua Barat, Markus Waran akan Gandeng Wakil dari Fakfak atau Kaimana

14 November 2025 - 18:02 WIT

Markus Waran: Terimakasih Mama Ketua Umum, Telah Percayakan OAP Pimpin PDIP

14 November 2025 - 11:49 WIT

Bupati Hasan Achmad Buka Konfercab PDIP Kabupaten Kaimana

13 November 2025 - 21:43 WIT

Trending di KABAR PAPUA BARAT