Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PUNCAK · 13 Aug 2026 09:38 WIT

Lestarikan Budaya dan Tingkatkan Ekonomi OAP, Pemkab Puncak Latih Perajin Noken Kulit Kayu


					Pemkab Puncak melalui Disnakerperindag Puncak gelar pelatihan dan salurkan bantuan peralatan pembuatan noken kulit kayu kepada pelaku IKM OAP (Foto dok: Diskominfo Kabupaten Puncak). Perbesar

Pemkab Puncak melalui Disnakerperindag Puncak gelar pelatihan dan salurkan bantuan peralatan pembuatan noken kulit kayu kepada pelaku IKM OAP (Foto dok: Diskominfo Kabupaten Puncak).

KABARPAPUA.CO, Ilaga – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak melalui Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, dan Perdagangan (Disnakerperindag) Kabupaten Puncak menggelar pelatihan dan menyalurkan bantuan peralatan pembuatan noken berbahan kulit kayu kepada pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) orang asli Papua (OAP).

Kegitan yang diikuti 30 peserta dan bertujuan meningkatkan keterampilan perajin OAP, sekaligus melestarikan warisan budaya khas Papua ini, digelar di Aula Disnakerperindag Kabupaten Puncak pada Senin, 3 Agustus 2026 lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnakerperindag Kabupaten Puncak Ruth Alom mengatakan, pelatihan dan bantuan peralatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas perajin dalam menghasilkan produk yang berkualitas dan bernilai ekonomi.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta dapat meningkatkan keterampilan, menjaga kelestarian budaya, meningkatkan produktivitas dan pendapatan, serta memperkuat pemberdayaan perempuan,” kata Ruth.

Kepala Bidang Perindustrian Disnakerperindag Kabupaten Puncak Yuwenus Tabo menjelaskan, seluruh peserta menerima bahan baku dan peralatan pembuatan noken asli berbahan dasar kulit kayu.

Pemkab Puncak melalui Disnakerperindag Puncak gelar pelatihan dan salurkan bantuan peralatan pembuatan noken kulit kayu kepada pelaku IKM OAP (Foto dok: Diskominfo Kabupaten Puncak).

“Selain memberikan pelatihan teknis, pemerintah daerah juga berupaya memperluas akses pemasaran bagi produk kerajinan masyarakat,” kata Yuwenus.

Menurut Yuwenus, Disnakerperindag Kabupaten Puncak akan menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak untuk membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para perajin.

“Kami akan berupaya membuka akses pasar. Setiap kegiatan atau event di daerah diharapkan dapat menyediakan ruang bagi para perajin untuk memasarkan hasil karya mereka,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Perindustrian Provinsi Papua Tengah, Almince Mote. Ia menyatakan dukungannya terhadap pengembangan noken asli Puncak yang dibuat dari kulit kayu.

“Program ini sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah dalam memperkuat sektor IKM.Kami hadir untuk mendukung pengembangan kerajinan noken kulit kayu sekaligus menyelaraskan data dan program antara pemerintah kabupaten dan provinsi,” kata Almince.

Pemkab Puncak melalui Disnakerperindag Puncak gelar pelatihan dan salurkan bantuan peralatan pembuatan noken kulit kayu kepada pelaku IKM OAP (Foto dok: Diskominfo Kabupaten Puncak).

Noken kulit kayu khas Puncak memiliki ciri khas tersendiri karena menggunakan pewarna alami yang berasal dari kulit kayu, anggrek, dan buah-buahan tertentu. Keunikan tersebut menjadi nilai tambah yang membedakannya dari produk kerajinan serupa di daerah lain.

Salah seorang perajin sekaligus pemateri pelatihan, Hona Alom menjelaskan, proses pembuatan noken masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Noken berukuran kecil dapat diselesaikan dalam waktu dua hingga tiga minggu, sedangkan ukuran besar membutuhkan waktu hingga satu sampai dua bulan,” jelas Hona.

Lamanya proses produksi turut memengaruhi harga jual. “Noken ukuran kecil dipasarkan sekitar Rp1,5 juta, sementara ukuran besar dapat mencapai Rp2 juta hingga Rp3 juta, bergantung pada ukuran dan tingkat kerumitan pengerjaan,” terang Hona.

Melalui program fasilitasi ini, Pemkab Puncak berharap para perajin noken dapat terus mengembangkan keterampilan mereka, memperluas jangkauan pemasaran, serta menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat tanpa meninggalkan nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat setempat. ***(Diskominfo Kabupaten Puncak)

Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Bupati Puncak Usulkan Percepatan Pembangunan Daerah 3T ke Setwapres RI

20 October 2026 - 09:51 WIT

Seruan Ketua Sinode GKII Papua Tengah: Hentikan Pertikaian, Rawat Persaudaraan

18 October 2026 - 21:33 WIT

Ketua TP PKK Kabupaten Puncak Raih Penghargaan Nasional ILMA 2026

18 October 2026 - 20:43 WIT

Pemkab Puncak Gandeng Universitas Sugeng Hartono Solo, Siapkan Generasi Emas Papua

18 October 2026 - 20:12 WIT

Aksi Tanggap Geo-Iklim Bawa Bupati Puncak Raih Penghargaan Nasional

18 October 2026 - 19:33 WIT

Buka Konferensi GKII Wilayah II Papua Tengah, Wagub Deinas Geley: Jaga Persatuan Umat

13 October 2026 - 22:05 WIT

Trending di KABAR PAPUA TENGAH