Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 3 Oct 2026 14:39 WIT

Komnas HAM Papua Fasilitasi Pemulangan Perempuan dan Anak Pengungsi Maybrat


					Komnas HAM Papua memulangkan para pengungsi yang berasal dari Maybrat. Foto: Komnas HAM Papua. Perbesar

Komnas HAM Papua memulangkan para pengungsi yang berasal dari Maybrat. Foto: Komnas HAM Papua.

KABARPAPUA.CO, Maybrat- Komnas HAM memfasilitasi pemulangan sejumlah perempuan dan anak-anak yang berasal dari Kabupaten Maybrat yang mengungsi ke hutan selama sekitar 6 tahun akibat konflik.

Para pengungsi diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Maybrat pada Rabu, 30 September 2026 dan proses penyerahan disaksikan oleh unsur Polri dan TNI.

Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menjelaskan proses negosiasi dilakukan bersama dengan para keluarga pengungsi.

“Kami (Komnas HAM Papua) melakukan negosiasi yang baik bersama keluarga memfasilitasi pemulangan perempuan-perempuan dan anak-anak di Kabupaten Maybrat,” kata Frits, Jumat 3 Oktober 2026.

Latar Belakang

Konflik di Kabupaten Maybrat memuncak setelah penyerangan Posramil (Pos Koramil) Kisor pada 2 September 2021. Peristiwa itu memicu pengungsian massal warga sipil ke hutan dan wilayah lain di Papua Barat Daya.

Awal  pasca-insiden 2021, sekitar 3.121 orang tercatat mengungsi di sejumlah distrik. Lalu pengungsian meluas ke 5 distrik Distrik Aifat Selatan, Aifat Timur Tengah, Aifat Timur, Aifat Timur Jauh, dan Aifat Timur Selatan, hingga jumlah pengungsi berjumlah 6.000 jiwa.

Lalu, pemulangan dilakukan secara bertahap, sekitar 1.400 pengungsi  atau 172 kepala keluarga dari Distrik Aifat Selatan telah kembali pada tahap-tahap awal. Kemudian, 64 pengungsi termasuk orang tua, remaja, anak-anak, dan 5 orang DPO kembali ke Kampung Imsun, Distrik Aifat Selatan, pada 23 Desember 2024 atau setelah lebih dari 3 tahun 3 bulan di hutan.

Jumlah Pengungsi

Sedangkan jumlah kepala keluarga yang pernah tercatat mengungsi pascakonflik 2022, sekitar 1.220 KK, dengan mayoritas telah kembali secara bertahap.

Jumlah perempuan dan anak yang dipulangkan pada 30 September 2026 belum dirinci secara publik. Namun, Komnas HAM Papua sebelumnya sempat mengunjungi puluhan anak pengungsi korban dampak konflik Maybrat yang ditampung di sekolah yayasan Katolik di Aimas, Kabupaten Sorong, dan menekankan perlunya trauma healing, jaminan pendidikan, serta pemulangan ke daerah asal.

Langkah lanjutan Komnas HAM Papua mendorong Pemerintah Daerah Maybrat dan instansi terkait untuk memastikan jaminan keamanan pasca-kepulangan, pemenuhan kebutuhan pokok (pangan, kesehatan, pendidikan, dan hunian), layanan psikososial khusus bagi perempuan dan anak, serta perbaikan rumah serta akses layanan publik tanpa diskriminasi.

Pemulangan ini diharapkan menjadi langkah positif dalam menyelesaikan dampak konflik di Maybrat yang telah berlangsung hampir 5–6 tahun. Komnas HAM Papua menyatakan akan terus memantau kondisi para pengungsi yang baru kembali. *** (Rls)

Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Hilang Arah Terhalang Asap Pekat di Timika, 7 Penumpang Longboat Ditemukan Selamat

14 October 2026 - 17:09 WIT

Jembatan Merah Putih Jadi Titik Kehidupan Baru di Ugimba Pedalaman Intan Jaya

14 October 2026 - 16:31 WIT

Polres Nabire Musnahkan Ganja Asal Jayapura

14 October 2026 - 14:46 WIT

Satgas Damai Cartenz Lumpuhkan 2 Anggota KKB di Dekai, 1 Tewas

13 October 2026 - 22:40 WIT

Kejati Papua Tetapkan Mantan Kadis PUPR Boven Digoel Tersangka Kasus Korupsi Rp10,64 Miliar

13 October 2026 - 14:13 WIT

Dari Pengabdian Menjadi Berkat, TMMD di Nabire Bangun Gereja untuk Umat

13 October 2026 - 13:42 WIT

Trending di PERISTIWA