Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA TENGAH · 1 Aug 2025 11:48 WIT

Komitmen Provinsi Papua Tengah Percepat Eliminasi Malaria


					Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa saat melakukan penandatanganan Deklarasi ditandai dengan penandatangan pakta komitmen deklarasi elminiasi malaria oleh bersama perwakilan bupati 8 kabupaten, forkopimda dan instansi terkait. Foto: Vero/Kabarpapua.co Perbesar

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa saat melakukan penandatanganan Deklarasi ditandai dengan penandatangan pakta komitmen deklarasi elminiasi malaria oleh bersama perwakilan bupati 8 kabupaten, forkopimda dan instansi terkait. Foto: Vero/Kabarpapua.co

KABARPAPUA.CO, Nabire– Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah Deklarasi Percepatan Eliminasi Malaria se- Provinsi Papua Tengah yang berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur, Jumat, 1 Agustus 2025. 

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Provinsi Papua Tengah, dr.Agus menyampaikan Papua Tengah saat ini menghadapi beban malaria tertinggi di Indonesia, bahkan Asia Tenggara dan 95 persen kasus malaria di Papua Tengah terbanyak dari Kabupaten Mimika.

“Namun,  6 kabupaten yang berada di  dataran tinggi Papua Tengah memiliki kasus malaria rendah dan  menjadikan peluang besar Papua Tengah untuk eliminasi,” katanya.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa saat Deklarasi komitmen elminiasi malaria oleh bersama perwakilan bupati 8 kabupaten, forkopimda dan instansi terkait. Foto: Vero/Kabarpapua.co

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa dalam sambutannya menyampaikan malaria tidak hanya mengancam kesehatan, namun mampu menghambat masa depan, serta mampu mengancam Sumber Daya Manusia (SDM) di Tanah Papua.

Dia  mewajibkan para kepala daerah hingga kepala desa di Provinsi Papua Tengah  untuk menjadikan penanggulangan malaria sebagai program prioritas menuju Papua Tengah bebas malaria.  

“Kegiatan ini bukan seremonial biasa, namun untuk menyatukan komitmen dalam menangani malaria dan menuju target nasional Tahun 2030. Namun, saya tegaskan bahwa Papua Tengah tidak bisa  menunggu hingga 2030, kita harus bergerak dari sekarang,” katanya.

Terdata,  168 ribu kasus malaria di Papua Tengah pada  2024 didominasi oleh malaria tropica, sebanyak  58,6 persen yang kebanyakan dialami oleh  ibu hamil sebanyak 2.159 kasus. Lalu, 11,7 persennya menimpa bayi hingga balita  dan 19,2 persen terjadi pada pelajar. 

Deklarasi ditandai dengan penandatangan pakta komitmen deklarasi elminiasi malaria oleh gubernur,  perwakilan bupati 8 kabupaten, forkopimda dan instansi terkait. *** (Vero)

Artikel ini telah dibaca 106 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Gubernur Papua Tengah Resmi Buka Rakorwasda 2026, Tekankan Penguatan Pengawasan dan Akuntabilitas Anggaran

27 October 2026 - 14:24 WIT

DPRP Papua Tengah Berkomitmen Dorong Kamandirian Ekonomi bagi OAP

15 October 2026 - 17:58 WIT

Pemprov Papua Tengah Gelar Pendidikan Vokasi, Siapkan SDM OAP yang Kompeten dan Mandiri

15 October 2026 - 07:28 WIT

Buka Konferensi GKII Wilayah II Papua Tengah, Wagub Deinas Geley: Jaga Persatuan Umat

13 October 2026 - 22:05 WIT

TPP Bangkit Papua Tengah Jajaki Kerja Sama dengan Bank Papua

10 October 2026 - 14:35 WIT

Edukasi Pelajar, IMI Nabire Gencarkan Sosialisasi Keselamatan Berkendara ke Sekolah

10 October 2026 - 14:10 WIT

Trending di KABAR PAPUA TENGAH