Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA TENGAH · 25 Apr 2025 18:24 WIT

Ketersediaan Darah Kurang, Dinas Kesehatan P2KB Papua Tengah Tingkatkan Kolaborasi Bersama PMI


					Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Proivinsi Papua Tengah, Agus saat meninjau kegiatan donor darah dari TP-PKK Papua Tengah. (KabarPapua.co/Vero) Perbesar

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Proivinsi Papua Tengah, Agus saat meninjau kegiatan donor darah dari TP-PKK Papua Tengah. (KabarPapua.co/Vero)

KABARPAPUA.CO, Nabire – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Proivinsi Papua Tengah, Agus menjelaskan, ketersediaan stok darah masih jauh dari kata cukup. Sehingga kolaborasi bersama Palang Merah Indonesia (PMI) terus ditingkatkan.

Agus menyebutkan, untuk kebutuhan darah tahun 2025 ini tembus angka 15 ribu kantong. Sementara pasokan darah, hanya mampu menuhi 60-70 persen, yang paling banyak dibutuhkan dalam kasus malaria dan persalinan.

“Paling banyak itu golongan darah O dan A, bukan hanya di wilayah Nabire saja, bahkan 30 persen puskesmas di pegunungan masih kekurangan juga terhadap ketersediaan stok darah,” jelas Agus melalui gawainya.

Agus menambahkan, kurangnya stok darah disebabkan beberapa faktor, diantaranya budaya, mitos, dan kapasitas PMI yang masih terbatas.

“Sehingga kami segera mengambil langkah mengatasinya. Kedepannya, kami akan jalin komunikasi dengan pihak adat. Mensosialisasikan dengan bahasa daerah. Juga pelatihan tenaga lokal dan bekerja sama dengan sektor swasta,” jelasnya.

Agus berharap, langkah yang akan diambil itu dan dukungan semua pihak, dapat meningkatkan pasokan darah hingga 80 persen pada tahun 2025 ini, serta terwujudnya pembangunan LABKESDA di Papua Tengah.

“Saya juga apresiasi langkah luar biasa yang dilakukan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Papua Tengah dalam kegiatan aksi donor darahnya. Sebab dari hasil kegiatan itu, terkumpul sebanyak 25 kantong darah,” jelasnya. ***(Vero)

Artikel ini telah dibaca 133 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pejabat ASN Asal Deiyai Gelar Rakor Persiapan Penyambutan Kunker Gubernur Papua Tengah

5 September 2026 - 18:05 WIT

Solidaritas ASN Asal Dogiyai, Kunci Sukses Penyambutan Gubernur Papua Tengah

3 September 2026 - 00:01 WIT

Langkah Cepat Dinkes Papua Tengah Atasi Lonjakan Penyakit Infeksi Kulit di Mewoluk

2 September 2026 - 13:09 WIT

Gencarkan Penurunan Stunting, DP3AKB Provinsi Papua Tengah Gelar Bimtek TPK

1 September 2026 - 21:05 WIT

Penantian Panjang Berakhir, Hujan Guyur Sebagian Wilayah Nabire

29 August 2026 - 11:26 WIT

Gubernur Papua Tengah: “Sektor Pendidikan Menjadi Prioritas Utama Pemerintah Daerah”

28 August 2026 - 12:53 WIT

Trending di KABAR PAPUA TENGAH