KABARPAPUA.CO, Serui– Prestasi membanggakan kembali diukir oleh Kabupaten Kepulauan Yapen. Kampung Numaman yang terletak di Distrik Kosiwo berhasil menyabet Juara Pertama dalam Lomba Desa dan Kelurahan (Lomdeskel) Tingkat Provinsi Papua Tahun 2026.
Kemenangan manis ini tak hanya membawa kebanggaan bagi masyarakat setempat, tetapi juga mengantarkan Kampung Numaman untuk mewakili Provinsi Papua ke ajang penilaian tingkat nasional.
Lomdeskel merupakan program tahunan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang digelar secara berjenjang. Tujuannya adalah mengevaluasi tata kelola pemerintahan, pembangunan, hingga pemberdayaan masyarakat di tingkat desa/kampung.
Dalam ajang tahun ini, Kabupaten Kepulauan Yapen tampil sangat dominan dengan memborong seluruh posisi tiga besar tingkat Provinsi Papua, yakni juara 1 Kampung Numaman (Distrik Kosiwo), juara 2 yakni Kampung Perea (Distrik Nusawani) dna juara 3 adalah Kampung Famboaman (Distrik Anotaurei)
Kepala Subbagian Program Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan Adat Provinsi Papua, Abdul Hadi, berharap pencapaian ini bisa memicu semangat kampung-kampung lain di Papua.
“Kami berharap prestasi ketiga kampung tersebut dapat menjadi motivasi bagi pemerintah kampung lainnya untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Abdul Hadi saat penyerahan hadiah, Jumat 9 Oktober 2026.
Apresiasi dan Pesan Penting Wakil Bupati
Penyerahan penghargaan berupa plakat dan laptop dilakukan secara khidmat dalam apel pagi di halaman Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen, Jumat (9/10/2026). Penyerahan ini disaksikan langsung oleh jajaran pejabat Pemkab dan para ASN.
Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas capaian gemilang ini. “Ini satu langkah maju yang luar biasa yang boleh kita raih dari Kabupaten Kepulauan Yapen. Ini menjadi contoh bagi kampung-kampung yang lain,” ungkap Roi.
Secara khusus, Roi menyoroti keberhasilan Kampung Numaman dalam mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Menurutnya, BUMDes Kampung Numaman bisa menjadi model pembelajaran bagi kampung lain dalam mengoptimalkan potensi ekonomi lokal.
Roi juga berpesan agar laptop yang diterima sebagai hadiah dapat dijaga dengan baik dan dimanfaatkan sebagai aset kampung demi menunjang tata kelola administrasi serta pelayanan publik yang lebih cepat dan transparan.
Keberhasilan Kampung Numaman, Perea, dan Famboaman menjadi bukti nyata bahwa keberlanjutan pembangunan dan kemandirian masyarakat bisa dimulai dari tingkat kampung.
Dengan persiapan menuju penilaian tingkat nasional, Kampung Numaman kini siap membawa nama harum Kepulauan Yapen dan Provinsi Papua di panggung Indonesia.*** (Katharina)








