Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 7 May 2026 19:40 WIT

Investasi Melejit di Timur, Investor Pasar Modal Papua Tembus 136 Ribu


					Ilustrasi pasar modal. Foto: Net Perbesar

Ilustrasi pasar modal. Foto: Net

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Papua mencatat pertumbuhan jumlah investor pasar modal di wilayah Papua yang terus berlanjut pada awal tahun 2026.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Papua, Kresna Aditya Payokwa menyebutkan pertumbuhan ini mencerminkan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola keuangan.

“Pertumbuhan investor di Papua menunjukkan bahwa masyarakat semakin memahami pentingnya investasi yang terencana. Di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi, ini justru menjadi momentum untuk membangun investor yang lebih rasional, tidak panik dan berorientasi jangka panjang,” ujarnya.

Per Desember 2025, jumlah investor pasar modal di Papua tercatat sebanyak 132.249 investor dan meningkat menjadi 136.735 investor per Januari 2026, atau bertambah sebanyak 4.486 investor baru dalam periode awal tahun. Pertumbuhan ini mencerminkan efektivitas program literasi yang dilakukan secara konsisten oleh BEI bersama mitra strategis di daerah.

Di tengah tren pertumbuhan tersebut, kondisi pasar saham nasional pada akhir April 2026 mengalami dinamika. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah sebesar 2,03 persen ke level 6.956,80, dengan tekanan terjadi pada sektor properti, kesehatan, dan consumer non- primer. Sentimen global juga turut memengaruhi pergerakan pasar. Namun, kondisi ini dipandang sebagai bagian dari siklus pasar yang wajar.

Instrumen saham masih menjadi pilihan utama investor di Papua, diikuti oleh reksa dana dan obligasi. Kemudahan akses melalui platform digital, termasuk aplikasi IDX Mobile, turut mempercepat peningkatan partisipasi masyarakat dalam pasar modal.

Dalam upaya memperluas literasi, BEI Papua terus mengembangkan Galeri Investasi sebagai pusat edukasi di daerah. Hingga saat ini, terdapat 26 Galeri Investasi yang bermitra dengan perguruan tinggi, SMA, instansi pemerintah, dan instansi swasta di wilayah Papua. Pada tahun 2026, jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 30 Galeri Investasiyang tersebar di seluruh wilayah Papua.

Selain itu, berbagai program edukasi seperti Sekolah Pasar Modal, edukasi berbasis kampus dan sekolah, serta seminar dan workshop literasi keuangan terus dilakukan secara berkelanjutan untuk membentuk investor yang memahami risiko dan memiliki orientasi jangka panjang.

Dengan penguatan edukasi, infrastruktur literasi, dan pemanfaatan teknologi digital, BEI Papua optimistis pertumbuhan investor pasar modal di wilayah Papua akan terus berlanjut sepanjang tahun 2026. *** (Katharina/Rls)

Artikel ini telah dibaca 88 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Cuaca Buruk, Sejumlah Penerbangan dari Bandara Sentani Mengalami Keterlambatan

11 October 2026 - 20:15 WIT

Jejak Sang Pionir Perbankan Digital Menyapa Bumi Cenderawasih

10 October 2026 - 22:19 WIT

71 Tahun CIMB Niaga: Merawat Masa Depan Generasi Muda Papua

10 October 2026 - 18:59 WIT

PLN Indonesia Power UBP Holtekamp Bersama Srikandi Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim dan Dhuafa

8 October 2026 - 17:24 WIT

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua Selenggarakan Festival Literasi Papua

8 October 2026 - 17:06 WIT

BRI Junio Gandeng Mobile Legends: Bang Bang, Hadirkan Kartu Debit Edisi Khusus dan Beragam Benefit bagi Nasabah

7 October 2026 - 22:37 WIT

Trending di BISNIS