Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA · 4 Nov 2025 14:36 WIT

Inspeksi Mendadak, Gubernur Papua Berhentikan Direktur RSUD Jayapura 


					Gubernur Papua, Matius Fakhiri sidak ke RSUD Jayapura. Foto: Imelda/Kabarpapua.co Perbesar

Gubernur Papua, Matius Fakhiri sidak ke RSUD Jayapura. Foto: Imelda/Kabarpapua.co

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Gubernur Papua, Matius Fakhiri memberhentikan Direktur RSUD Dok II Jayapura dan seluruh jajaran manajemen sebagai langkah awal perombakan menyeluruh.

Pemberhentian ini dilakukan saat Gubernur Matius melakukan inspeksi mendadak ke RSUD pada Selasa 4 November 2025. Kunjungan itu menjadi titik awal dari komitmen Gubernur untuk mereformasi sistem kesehatan.

Dalam sidak tersebut, Gubernur menyusuri ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang rawat inap, dan sejumlah fasilitas lainnya. Ia menyampaikan keprihatinan atas kondisi pelayanan kesehatan yang dinilai belum menjangkau masyarakat secara optimal.

“Kesehatan bagi saya sangat penting. Banyak pelayanan kesehatan tidak terjangkau bukan karena tenaga medis tidak mampu, tetapi karena manajemen rumah sakit dan dinas yang semrawut,” kata Gubernur.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur menyatakan RSUD Dok II harus kembali menjadi kebanggaan Papua. Ia pun langsung mengambil keputusan drastis: memberhentikan Direktur RSUD dan seluruh jajaran manajemen, sebagai langkah awal perombakan menyeluruh.

“Saya pastikan hari ini seluruh manajemen saya berhentikan. Akan ada perombakan besar-besaran. Ini bukan sekadar inspeksi, ini adalah awal dari transformasi,” ujarnya.

Gubernur memastikan pelayanan kesehatan tidak boleh menolak masyarakat Papua yang datang untuk berobat. Ia mengapresiasi para perawat dan tenaga medis yang tetap menunjukkan dedikasi dalam melayani.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa reformasi kesehatan di Papua akan dimulai dari akar persoalan: manajemen dan tata kelola. Gubernur berjanji akan melanjutkan inspeksi ke rumah sakit lainnya demi memastikan pelayanan yang lebih manusiawi dan profesional. **** (Imelda)

Artikel ini telah dibaca 164 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Salurkan 10 Sapi Kurban di Provinsi Papua

18 May 2026 - 08:47 WIT

Target Rampung Juli 2026, Koperasi Merah Putih Siap Jadi Motor Penggerak Ekonomi Papua

17 May 2026 - 19:26 WIT

Pasca Kerusuhan, Stadion Lukas Enembe Jayapura Ditutup

12 May 2026 - 22:31 WIT

Wagub Papua di World Press Freedom Day: Pers Harus Jadi Penerang, Bukan Penyulut Kegelapan

4 May 2026 - 22:31 WIT

Pesan Haru Wagub Papua saat Melepas Jamaah Haji: Jaga Kesehatan dan Jadi Haji Mabrur

3 May 2026 - 13:10 WIT

Selain Malaria, Inilah 2 Penyakit Menular Tertinggi di Papua

29 April 2026 - 00:45 WIT

Trending di KABAR PAPUA