Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR JAYAWIJAYA · 8 Sep 2025 23:27 WIT

Aspirasi Tim Asosiasi 328 Kepala Kampung Diterima Pemkab Jayawijaya


					Penyerahan aspirasi atau pernyataan sikap oleh Tim Asosiasi 328 Kepala Kampung se-Kabupaten Jayawijaya kepada Plt Sekda Jayawijaya Petrus Mahuse. (KabarPapua.co/Agris Wistrijaya) Perbesar

Penyerahan aspirasi atau pernyataan sikap oleh Tim Asosiasi 328 Kepala Kampung se-Kabupaten Jayawijaya kepada Plt Sekda Jayawijaya Petrus Mahuse. (KabarPapua.co/Agris Wistrijaya)

KABARPAPUA.CO, Wamena – Walau situasi aksi protes karena adanya pergantian para kepala kampung yang digelar oleh massa dari Asosiasi 328 Kepala Kampung se-Kabupaten Jayawijaya sempat ricuh di halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Wamena, Papua Pegunungan, Senin, 8 September 2025.

Namun akhirnya aspirasi dari Tim Asosiasi 328 Kepala Kampung se-Kabupaten Jayawijaya ini diterima pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya melalui Pelaksana Tugas (Plt) Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayawijaya, Petrus Mahuse. 

“Saya akan melanjutkan aspirasi ini kepada Bupati Jayawijaya sesuai aturan yang ada, serta akan dievaluasikan,” kata Petrus Mahuse.

Sebelumnya, Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Jayawijaya sempat menemui massa, tapi berselang beberapa menit situasi memanas. Setelah situasi aman, penerimaan aspirasi dari para kepala kampung kembali dilakukan.

Adapun beberapa pernyataan sikap dari para kepala kampung ini, diantaranya mempertanyakan dasar dan alasan pergantian kepala kampung, serta menuntut kejelasan atas status kepemimpinan kepala kampung.

Pernyataan sikap dari tim asosiasi para kepala kampung ini ditandatangani oleh Ketua Tim Asosiasi Kepala Kampung, Tete Narigi, yang diberikan secara langsung kepada Plt Sekda Kabupaten Jayawijaya Petrus Mahuse.

Ketua Tim Asosiasi Kepala Kampung Tete Narigi sangat menyayangkan adanya pergantian kepala kampung. Alasannya, surat keputusan (SK) kepala kampung lama masih berjalan sampai tahun 2026.

“Kami minta agar beberapa tuntutan bisa ditanggapi dan diterima Bupati Jayawijaya, karena SK kepala kampung masih berlaku hingga tahun 2026,” kata Tete Narigi.

Aksi protes para kepala kampung yang sempat memanas ini dibenarkan Kapolres Jayawijaya, AKBP Agung Made Satria Bimantara. Bahkan pihaknya telah menurunkan kurang lebih 350 personel aparat gabungan untuk pengamanan di beberapa titik.

Menurut Agung, aksi protes ini sempat ricuh yang merupakan reaksi spontan masyarakat karena mereka menganggap beberapa tanggapan pemerintah tak sesuai keinginan mereka. Tetapi setelah itu, demo berlanjut dengan aman dan terkendali. ***(Agris Wistrijaya)

Artikel ini telah dibaca 454 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Konflik Dua Kelompok Menemui Titik Terang Menuju Perdamaian

21 January 2026 - 13:56 WIT

Dukung Publikasi Liga 4, Diskominfo Jayawijaya Terima Audiensi PSSI Papua Pegunungan

20 January 2026 - 13:27 WIT

Wamena Menuju Smart City: Lobi Strategis Bupati Jayawijaya Membuahkan Hasil Nyata

16 January 2026 - 12:26 WIT

Wapres Gibran Borong Hasil Bumi di Pasar Putikelek dan Pastikan Gizi MBG di Wamena

14 January 2026 - 22:21 WIT

Momen Wapres Gibran Menang Main Bola di Wamena hingga Menyesap Nikmatnya Kopi Lokal

13 January 2026 - 23:28 WIT

Perdana ke Wamena, Wapres Gibran Dijadwalkan Menginap Satu Malam

13 January 2026 - 15:31 WIT

Trending di KABAR JAYAWIJAYA