KABARPAPUA.CO, Ilaga– Bupati Puncak, Elvis Tabuni meresmikan Tugu Masuknya Injil di Kampung Eromaga, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, Sabtu 7 Maret 2026.
Peresmian ini bukan sekadar seremoni fisik, melainkan penghormatan mendalam atas dedikasi para misionaris Gereja Kemah Injil (GKII) yang membawa “Terang Tuhan” ke wilayah tersebut tujuh dekade silam.
Lokasi tugu ini dipilih dengan penuh makna, yakni tepat di samping bekas kediaman misionaris legendaris, Gordon F. Larson. Suasana haru menyelimuti acara saat putri sang misionaris, Patricia Pane Jordan hadir menyaksikan warisan pelayanan ayahnya diabadikan.

Foto: Diskominfo Puncak
Dalam sambutannya, Bupati Elvis Tabuni menyampaikan tugu ini adalah pengingat bagi generasi masa depan.
“Peresmian ini adalah momentum bersejarah. Tugu ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol iman, sejarah, dan karya keselamatan Tuhan yang telah mengubah wajah Ilaga dan seluruh Tanah Papua,” ujar Elvis.
Edukasi untuk Generasi Muda
Bupati menjelaskan pembangunan tugu ini berawal dari kegelisahan akan minimnya pengetahuan generasi muda mengenai sejarah peradaban di Puncak.

Tepat pada 22 September 1956, Pendeta Gordon F. Larson bersama rekan-rekannya, D. Gibonis dan John Elenberger, menginjakkan kaki di Ilaga untuk memulai pelayanan di tengah suku Dani dan Damal.
“Sudah 70 tahun Injil masuk, namun banyak anak muda yang tidak tahu kapan persisnya itu terjadi. Kita bangun tugu ini agar mereka tahu bagaimana keadaan dahulu yang gelap, lalu datanglah Firman Tuhan. Mereka harus tahu dari mana asal mula perubahan ini,” tambah Elvis.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Puncak berencana memperluas pembangunan simbol-simbol iman ini. Tidak hanya untuk denominasi Protestan, Bupati juga merencanakan pembangunan tugu peringatan masuknya Katolik di tahun-tahun mendatang.
Lebih visioner lagi, Bupati merencanakan pembangunan Monumen Tuhan Yesus Mengurapi di empat penjuru mata angin yang menghadap ke Kota Ilaga. Monumen ini diproyeksikan sebagai simbol perlindungan dan berkat bagi ibu kota kabupaten.
Ketua Sinode GKII Wilayah II, Pdt. Hans Wakerwa, mengapresiasi dan menyebut Bupati Elvis sebagai “buah nyata” dari pekabaran Injil yang dilakukan para pendahulu.
Sementara itu, Patricia Pane Jordan tak kuasa membendung rasa haru. Ia berpesan agar api semangat misionaris tetap menyala di hati masyarakat. “Injil telah membawa dampak luar biasa hingga ke lembah-lembah terjauh. Pesan saya, jangan hanya diingat melalui tugu, tetapi biarlah nilai-nilai Injil itu hidup dalam keseharian kita,” katanya.
Acara ini ditutup dengan doa bersama yang dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh agama, dan masyarakat setempat, menandai babak baru pelestarian sejarah iman di Kabupaten Puncak. *** (Diskominfo Puncak)


















