KABARPAPUA.CO, Serui – Mewakili Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Yapen, Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan Yapen, Roi Palunga, membuka kegiatan Aksi Konvergensi 5 Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Kepulauan Yapen di Aula Kantor DP3AKB, Selasa, 27 Oktober 2026.
Dalam sambutannya, Wabup Kepulauan Yapen Roi Palunga, mengapresiasi DP3AKB Kepulauan Yapen yang telah menginisiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda di Kabupaten Kepulauan Yapen.
“Atas nama pemerintah daerah, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada DP3AKB Kabupaten Kepulauan Yapen yang telah menginisiasi kegiatan strategis ini,” ujar Roi.
Menurut Roi, stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan pola pengasuhan keluarga, sanitasi, ketahanan pangan, dan pendidikan.
“Karena itu, penanganannya membutuhkan keterlibatan berbagai sektor agar upaya pencegahan dan penurunan stunting dapat berjalan secara optimal,” terangnya.
Roi menilai pelaksanaan Aksi Konvergensi 5 hingga 8 Tahun 2026 penting untuk memperkuat perencanaan dan pelaksanaan program yang terintegrasi, tepat sasaran, serta berkelanjutan.
Roi juga meminta seluruh pihak yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) untuk memperkuat kolaborasi dan menyamakan persepsi dalam menyusun serta melaksanakan program.
“Samakan persepsi dalam perencanaan dan aksi demi satu tujuan, agar Yapen bebas stunting,” tegasnya.
Selain itu, Roi mengingatkan para penyuluh keluarga berencana (KB) dan kader agar melaksanakan pendampingan kepada masyarakat dengan penuh dedikasi, integritas, dan rasa kemanusiaan.

Aksi Konvergensi 5 Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026 di Aula Kantor DP3AKB Kepulauan Yapen. (Foto dok: IST)
Pemkab Kepulauan Yapen berharap kegiatan tersebut menghasilkan rencana aksi yang komprehensif dan terukur, serta dapat diterapkan secara nyata di seluruh distrik dan kampung untuk menekan angka stunting.
Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Madya BKKBN Provinsi Papua Djonny Suwuh mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), sekaligus mendukung program prioritas nasional dalam percepatan penurunan stunting.
Menurut Djonny, sosialisasi dan edukasi harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari tingkat pengambil kebijakan hingga masyarakat.
“Hal ini penting agar seluruh pihak memahami faktor risiko, dampak stunting, serta pentingnya pencegahan sejak dini,” jelas Djonny.
Djonny menekankan pentingnya memberikan pemahaman kepada remaja yang akan memasuki kehidupan berumah tangga agar mempersiapkan diri dengan baik, termasuk dari aspek pemenuhan gizi, pendidikan, sanitasi, serta kesiapan fisik dan mental sebelum kehamilan.
“Perlu diberikan pemahaman, terutama kepada remaja yang akan memasuki kehidupan berumah tangga, agar mempersiapkan diri dengan baik, mulai dari pemenuhan gizi, pendidikan, sanitasi, hingga kesiapan fisik dan mental sebelum kehamilan,” jelas Djonny.
Ia menambahkan, stunting dipengaruhi berbagai faktor, termasuk pemenuhan gizi dan kondisi kesehatan ibu selama kehamilan.
“Pernikahan pada usia muda serta jarak kelahiran yang terlalu dekat juga perlu menjadi perhatian dalam upaya pencegahan,” terang Djonny.
Karena itu, kata Djonny, edukasi kepada masyarakat perlu terus ditingkatkan agar keluarga memahami risiko stunting dan mampu melakukan pencegahan sejak masa remaja, sebelum kehamilan, hingga pengasuhan anak.
“Melalui kegiatan ini, dan penguatan koordinasi lintas sektor, diharapkan upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kepulauan Yapen semakin optimal, sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas SDM di daerah,” jelasnya. ***(Ainun Faathirjal)







