KABARPAPUA.CO, Serui – Komunitas Yapen Freedive berpartisipasi dalam Festival Sarawandori in Frame dengan memperkenalkan olahraga selam bebas (freediving).
Selain itu, juga sekaligus mendorong promosi potensi wisata bahari Kampung Sarawandori, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua.
Ketua Komunitas Yapen Freedive Aslan Amin mengatakan, keikutsertaan komunitasnya dalam festival ini menjadi kesempatan memperkenalkan keindahan laut Sarawandori kepada masyarakat.
“Kami juga ingin mengajak lebih banyak orang mengenal dunia selam dan potensi bahari yang dimiliki KepulauanYapen,” kata Aslan, Minggu, 10 Oktober 2026.
Menurut Aslan, komunitas Yapen Freedive mengusung semangat “Dari Kami untuk Kami” sebagai ungkapan kebersamaan dalam menikmati keindahan laut.
Melalui semangat tersebut, kata Aslan, pihaknya ingin mengajak masyarakat menjelajahi laut dengan tetap mengutamakan keselamatan dan menjaga kelestarian lingkungan.
“Dari kami untuk kami, merupakan bahasa keseharian yang kami gaungkan di dunia freediving. Kami datang untuk menikmati keindahan laut dan pulang dengan bahagia,” ujar Aslan.

Ketua Komunitas Yapen Freedive, Aslan Amin. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal)
Dalam Festival Sarawandori in Frame, Yapen Freedive juga membuka stan yang menyediakan penjualan perlengkapan freediving serta layanan penyewaan alat dengan harga ekonomis.
“Fasilitas ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat yang ingin mencoba maupun mendalami olahraga selam bebas,” kata Aslan.
Aslan juga mengatakan, komunitasnya terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, untuk belajar, bertukar pengetahuan, dan mengenal keindahan bawah laut Kepulauan Yapen.
Menurut Aslan, bagi mereka yang ingin mengenal dunia bawah laut dan bergabung bersama, bisa melalui akun Instagram resmi milik Yapen Freedive, yakni: @yapenfreedive.
Aslan juga mengingatkan, bahwa keselamatan merupakan hal utama dalam aktivitas freediving. Sebab penyelaman harus dilakukan bersama rekan yang kompeten dan memahami prosedur keselamatan, bukan seorang diri.
“Di laut kita tidak bisa terlepas dari sesama buddy atau rekan selam. Kita tidak bisa menyelam sendiri, harus bersama-sama untuk menjaga keselamatan,” katanya.
Aslan berharap masyarakat Kepulauan Yapen dapat turut berperan dalam memperkenalkan potensi bahari daerah, termasuk keindahan bawah laut Kampung Sarawandori yang memiliki pasir putih dan terumbu karang alami.
Aslan menilai, Sarawandori mempunyai karakteristik dan daya tarik tersendiri yang patut diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat, wisatawan, maupun pencinta aktivitas bahari.
Melalui partisipasi dalam Festival Sarawandori in Frame, kata Aslan, Yapen Freedive berharap semakin banyak masyarakat mengenal keindahan laut di Kepulauan Yapen.
“Juga tertarik mempelajari dunia selam, dan bersama-sama menjaga kelestarian ekosistem laut sebagai salah satu kekayaan daerah di Kepulauan Yapen,” katanya. ***(Ainun Faathirjal)








