KABARPAPUA.CO, Serui – Festival Sarawandori in Frame yang digelar di Kampung Sarawandori, Kabupaten Kepulauan Yapen, Sabtu, 10 Oktober 2026 menjadi wadah promosi potensi wisata bahari, kuliner lokal, serta kreativitas pemuda dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
Koordinator Festival Sarawandori in Frame, Andi Leo Karubaba mengatakan, kegiatan ini mengusung konsep yang menggabungkan fotografi, wisata bahari, kuliner khas Papua, serta seni dan budaya lokal untuk memperkenalkan keindahan alam Sarwandori kepada masyarakat luas.
“Sarawandori in Frame berarti masyarakat bisa datang dan mengabadikan keindahan Sarawandori melalui foto. Dari foto tersebut, kami ingin bercerita tentang alam Sarawandori dan berbagai potensi yang dimilikinya,” ujar Andi.
Menurutnya, festival ini tak hanya menampilkan keindahan alam, tetapi juga menghadirkan kuliner khas Papua yang menjadi identitas masyarakat setempat.
Salah satu yang menjadi prioritas adalah olahan rumput laut, mengingat potensi komoditas tersebut di Kampung Sarawandori.
Selain kuliner, pengunjung juga dapat menikmati beragam aktivitas wisata bahari, seperti freediving, snorkeling, dan banana boat.
Festival ini turut melibatkan pemuda setempat melalui pertunjukan tari-tarian, nyanyian, dan musik tradisional yang dikolaborasikan dengan berbagai kegiatan lainnya.

Stand kuliner Festival Sarawandori in Frame, Sabtu 10 Oktober 2026. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal)
Andi menjelaskan, pelaku UMKM yang berpartisipasi tidak hanya berasal dari Kampung Sarawandori, tetapi juga dari Kampung Aromarea, Mantembu, dan Turu.
“Mereka menjajakan beragam kuliner lokal, seperti jagung, sagu, daun bete, kelapa muda, hingga cistik rumput laut,” jelas Andi.
Komunitas fotografi dan pegiat wisata bahari juga turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Melalui fotografi dan aktivitas freediving, mereka membantu memperkenalkan keindahan bawah laut Sarawandori sebagai salah satu daya tarik wisata di Kepulauan Yapen.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, UMKM masyarakat semakin berkembang dan potensi wisata Sarawandori semakin dikenal,” kata Andi.
“Kepulauan Yapen memiliki kekayaan wisata bahari dan perikanan yang luar biasa. Potensi inilah yang ingin kami dorong agar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Andi menambahkan.
Andi juga mengatakan, berakhirnya festival bukan berarti promosi potensi wisata Sarawandori berhenti. “Para pemuda berkomitmen terus mendorong pengembangan wisata melalui dukungan masyarakat, kunjungan wisatawan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak,” katanya.
Andi juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan pihak pendukung, termasuk Narwastu dan Shutter Studio, yang telah memberikan kontribusi bagi terselenggaranya festival tersebut.
Menurutnya, dukungan masyarakat Kepulauan Yapen dan para pengunjung menjadi modal penting untuk melanjutkan kegiatan serupa pada masa mendatang, sekaligus membantu pemerintah mempromosikan potensi wisata bahari dan perikanan daerah.
Festival Sarawandori in Frame mengusung semangat “Satu Bingkai, Sejuta Pesona”, sebagai ajakan untuk mengenal, mengabadikan, dan mempromosikan kekayaan alam serta kreativitas masyarakat lokal. ***(Ainun Faathirjal)








