Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 28 Aug 2026 21:21 WIT

Pencarian Speedboat Hilang Kontak Serui-Waropen Diperkuat Pesawat CN-235


					Tim SAR gabungan bersama TNI-Polri menyisir perairan Teluk Cenderawasih menggunakan pesawat CN-235. (Foto dok: IST) Perbesar

Tim SAR gabungan bersama TNI-Polri menyisir perairan Teluk Cenderawasih menggunakan pesawat CN-235. (Foto dok: IST)

KABARPAPUA.CO, Serui – Upaya pencarian korban speedboat yang dilaporkan hilang kontak saat berlayar dari Serui menuju Waropen pada Minggu, 23 Agustus 2026 kembali dilakukan melalui jalur udara.

Pencarian pada Jumat, 28 Agustus 2026 ini menggunakan pesawat CN-235 A-2305 Skadron Udara 27 TNI Angkatan Udara dengan dukungan Lanud Manuhua Biak.

Operasi pencarian dipimpin langsung Komandan Lanud Manuhua Marsma TNI Rohmat Kusmayadi bersama Kepala Kantor SAR Biak Kundori, Wakapolres Biak Numfor Kompol Mika Rumbrapuk, dan Kasat Polairud, serta Tim Rescue Basarnas Biak.

Penyisiran dilakukan di wilayah perairan Teluk Cenderawasih hingga Waropen dengan menggunakan metode search pattern paralel, yakni pola pencarian udara melalui jalur-jalur sejajar untuk mengamati permukaan laut secara sistematis.

Pesawat CN-235 terbang pada ketinggian sekitar 1.000 kaki atau 300 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan rencana operasi SAR, total area pencarian mencapai sekitar 400 mil laut persegi (NM²). 

Dari luasan tersebut, sekitar 250 NM² menjadi area observasi pesawat CN-235, sementara 150 NM² lainnya menjadi sektor pencarian KN SAR Wibisana 243.

Pencarian dari udara dilakukan untuk memperluas jangkauan operasi SAR di perairan Yapen-Waropen. (Foto dok: IST)

Penyisiran udara dimulai dari Command Search Point (CSP) pada koordinat 01°55’24” LS dan 136°08’41” BT menuju Exit Search Point (ESP) pada koordinat 02°22’39” LS dan 135°18’10” BT.

SRU udara berhasil menyisir area observasi dengan jarak tempuh sekitar 250 nautical mile. Penerbangan berlangsung kurang lebih tiga jam, mulai pukul 08.00 WIT saat pesawat lepas landas dari Base Ops Lanud Manuhua Biak hingga kembali mendarat sekitar pukul 11.00 WIT.

Kepala Kantor SAR Biak Kundori mengatakan, dukungan pesawat CN-235 sangat membantu memperluas jangkauan pencarian, terutama pada wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur laut. “Dari hasil pencarian udara hari ini, kami belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” katanya. 

Menurut Kundori, beberapa objek yang terlihat dari udara setelah diamati menggunakan binocular, ternyata merupakan benda apung atau disposal dan bukan korban maupun sarana yang berkaitan dengan korban.

Hasil pencarian udara selanjutnya akan dievaluasi untuk menentukan langkah operasi SAR berikutnya. Operasi pencarian akan terus dievaluasi berdasarkan hasil penyisiran dan perkembangan informasi di lapangan.

Sementara itu, keterlibatan Lanud Manuhua dan Skadron Udara 27 TNI AU dalam operasi pencarian menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan observasi udara sekaligus memperkuat sinergi antarlembaga dalam operasi kemanusiaan. ***(Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 204 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Polres Nabire Respon Cepat Laporan Penemuan Mayat di Kampung Samabusa

28 August 2026 - 17:01 WIT

Plt Kadis Kominfo Jayawijaya Raih Penghargaan Agen Perubahan Terbaik Kemkomdigi

28 August 2026 - 07:37 WIT

Musrenbang Kampung Mariadei Prioritaskan Air Bersih hingga Bedah Rumah

27 August 2026 - 14:01 WIT

Hari Ke-4 Pencarian 3 Personel Polres Waropen Masih Nihil

27 August 2026 - 11:32 WIT

Kodam Cenderawasih Siagakan 2.190 Personel Atasi Karhutla

27 August 2026 - 11:14 WIT

3 Kapolsek dan Kasat Resnarkob Polres Nabire Berganti Jabatan

27 August 2026 - 11:03 WIT

Trending di PERISTIWA