KABARPAPUA.CO, Serui– Semarak memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut digelar Rumah Baca Sahabat El-Shaddai di Kampung Warari, Kota Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua. Selain menggelar lomba makan kerupuk bagi anak-anak, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong perhatian terhadap pendidikan dan keberlangsungan rumah baca.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu 19 Agustus 2026 dihadiri Wakil Ketua II DPRK Kepulauan Yapen Djorge Diamon Logianto dan Wakil Ketua Komisi C DPRK Kepulauan Yapen Rian Hendrik. Keduanya ikut menyaksikan kegiatan sekaligus berdialog dengan para pengajar dan anak-anak yang mengikuti aktivitas di Rumah Baca Sahabat El- Shaddai.
Wakil Ketua II DPRK Kepulauan Yapen Djorge Diamon Logianto mengapresiasi keberadaan rumah baca tersebut yang dinilainya memiliki peran penting dalam membantu meningkatkan kemampuan belajar anak-anak.
Ia mendorong Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen memberikan perhatian terhadap Rumah Baca Sahabat El-Shhadai, termasuk dukungan bagi para pengajar yang selama ini secara sukarela mendampingi anak-anak.
“Rumah baca ini sangat bagus. Ada guru-guru yang tanpa pamrih mendidik anak-anak. Saya berharap pemerintah dapat melihat dan memberikan bantuan kepada mereka,” ujar Djorge.
Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perlombaan dan kegiatan hiburan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap pendidikan generasi muda.
“Karena merdeka itu bukan berarti semuanya sudah sempurna. Perhatian dari pemerintah terhadap pendidikan anak-anak juga sangat penting,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C DPRK Kepulauan Yapen, Rian Hendrik mengatakan, lomba makan kerupuk merupakan bagian dari upaya menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bersama anak-anak Rumah Baca Sahabat El-Shaddai.
“Kami berada di Rumah Baca Sahabat El-Shaddai dalam rangka kegiatan lomba makan kerupuk. Kegiatan ini sebenarnya direncanakan sebelum tanggal 17 Agustus, namun karena satu dan lain hal akhirnya dilaksanakan pada 19 Agustus 2026,” jelas Rian.
Rian berharap Rumah Baca Sahabat El-Shaddai dapat terus berkembang dan menjadi ruang belajar bagi anak-anak, khususnya mereka yang masih membutuhkan pendampingan dalam kemampuan membaca, menulis, dan berhitung.
“Saya berharap rumah baca ini bisa menjadi tempat belajar bagi anak-anak kita yang masih membutuhkan pendampingan dalam membaca dan berhitung. Semoga rumah baca ini menjadi tempat bagi mereka untuk belajar,” ujarnya.
Menurut Rian, kegiatan seperti lomba makan kerupuk juga memiliki nilai positif karena memberikan hiburan sekaligus menumbuhkan kebersamaan dan semangat nasionalisme di kalangan anak-anak.
“Anak-anak juga perlu mendapatkan hiburan dan merasakan semangat peringatan 17 Agustus. Karena dalam mengisi kemerdekaan, kita semua harus ikut berperan,” tambahnya.
Pengajar Rumah Baca Sahabat El-Shaddai, Samket Debora Airori menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan perhatian kedua anggota DPRK tersebut.
Debora menjelaskan, Rumah Baca Sahabat Elshaday baru dibuka pada Maret 2026. Kegiatan belajar dilaksanakan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Rabu dan Jumat, dengan materi membaca, menulis, berhitung (calistung), serta Bahasa Inggris.
Saat ini terdapat sekitar 40 anak yang mengikuti kegiatan belajar, terdiri dari 15 anak PAUD, 20 anak SD, dan 15 anak SMP. Menurut Debora, seluruh kegiatan belajar diberikan secara gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan anak-anak.
“Kami di sini gratis karena kami peduli dengan pendidikan. Pendidikan itu penting dan mahal. Kami melihat masih ada anak yang sudah kelas III SD tetapi belum mengenal huruf dengan baik. Karena itu kami merasa terpanggil untuk ikut terlibat dalam pendidikan mereka,” jelasnya.
Namun, keterbatasan tenaga pengajar masih menjadi salah satu kendala yang dihadapi. Sebagian pengajar merupakan ibu rumah tangga yang secara sukarela meluangkan waktu untuk mendampingi anak-anak.
Karena itu, Debora berharap pemerintah maupun anggota DPRK dapat membantu menghadirkan tenaga pengajar yang memiliki kompetensi khusus, terutama untuk mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris.
“Kami sangat membutuhkan tenaga pengajar, terutama untuk Matematika dan Bahasa Inggris karena itu mata pelajaran khusus. Kami berharap ke depan ada tenaga pengajar yang bisa membantu mendampingi anak-anak,” katanya.
Debora menegaskan, pihaknya ingin terus mengambil bagian dalam mendukung pendidikan anak-anak di lingkungan sekitar. Ia berharap Rumah Baca Sahabat El-Shaddai dapat berkembang dan mendapat dukungan lebih luas dari pemerintah serta masyarakat.
Salah satu peserta Rumah Baca Sahabat El-Shaddai, Rosita Ayomi, mengaku senang mengikuti kegiatan belajar di rumah baca tersebut. Ia mengatakan mendapatkan tambahan pengetahuan, terutama dalam pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika.
“Di sini saya belajar Bahasa Inggris dan Matematika, termasuk kosa kata sampai 100. Saya sangat senang karena mendapatkan pelajaran tambahan. Setelah belajar di sini, kemampuan saya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,” kata Rosita.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para pengajar yang dengan sabar memberikan pendampingan dan pembelajaran. Kegiatan lomba makan kerupuk berlangsung dalam suasana penuh keceriaan. Selain menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat kebersamaan antara anak-anak, pengajar, dan masyarakat.
Di sisi lain, keberadaan Rumah Baca Sahabat El-Shaddai diharapkan dapat terus menjadi ruang belajar alternatif bagi anak-anak sekaligus mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah untuk memperkuat pendidikan generasi muda di Kabupaten Kepulauan Yapen. *** (Ainun Faathirjal)




















