Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PUBLIK · 14 Aug 2026 20:44 WIT

Yorrys: Otsus Papua Harus Hadirkan Keadilan dan Kesejahteraan, Bukan Sekadar Anggaran


					Yorrys Raweyai (kiri) bersama sejumlah anggota DPD RI dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka di Gedung Parlemen Jakarta. Foto:ist Perbesar

Yorrys Raweyai (kiri) bersama sejumlah anggota DPD RI dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka di Gedung Parlemen Jakarta. Foto:ist

KABARPAPUA.CO, Jakarta– Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai menyambut positif penegasan Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin mengenai komitmen DPD RI mengawal pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) Papua dalam pidato pengantar Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat 14 Agustus 2026.

Menurut Yorrys, komitmen tersebut harus menjadi momentum untuk memastikan Otsus tidak hanya diukur dari besarnya anggaran, tetapi dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat Papua.

“Saya sependapat bahwa Otsus Papua harus dikawal bersama. Ukuran keberhasilannya bukan hanya berapa besar anggaran yang diberikan, tetapi sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya melalui pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, serta perlindungan terhadap masyarakat adat,” ujar Yorrys di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Yorrys bilang, masyarakat adat harus ditempatkan sebagai subjek pembangunan. Setiap kebijakan dan program di Papua perlu memperhatikan karakteristik, identitas, sejarah, serta hak masyarakat setempat.

“Pembangunan tidak boleh menghilangkan identitas masyarakat Papua. Masyarakat adat harus dilibatkan dan menjadi bagian utama dalam menentukan arah pembangunan di wilayahnya,” katanya.

Ia juga mendorong pengelolaan dana Otsus dilakukan secara tepat sasaran dan transparan agar anggaran benar-benar diterjemahkan menjadi pelayanan publik, pembangunan manusia, dan peningkatan kesejahteraan.

Menurut Yorrys, pembangunan Papua juga harus berjalan beriringan dengan penyelesaian persoalan keamanan dan kemanusiaan. Berbagai proyek pembangunan dan proyek strategis nasional perlu dilaksanakan melalui pendekatan yang arif, dialogis, serta melibatkan masyarakat setempat agar pembangunan tidak menimbulkan rasa ketidakadilan.

“Papua tidak bisa hanya dilihat dari angka pertumbuhan ekonomi. Ada persoalan keamanan, kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, kemiskinan, dan pelayanan dasar yang harus ditangani secara bersamaan. Kita ingin pembangunan menjadi jalan keluar, bukan menambah persoalan baru,” tegasnya.

Yorrys menilai DPD RI memiliki posisi strategis untuk memastikan suara masyarakat Papua masuk dalam kebijakan nasional. Menurutnya, aspirasi daerah harus dikonsolidasikan dan ditindaklanjuti melalui kerja kelembagaan, termasuk melalui Panitia Khusus (Pansus) Papua.

“Pansus Papua harus menjadi ruang untuk mendengar langsung masyarakat, melihat persoalan di lapangan, dan menghasilkan rekomendasi yang konkret. Kita tidak boleh hanya mengidentifikasi masalah, tetapi harus mencari jalan keluarnya,” ujarnya.

Yorrys menegaskan, pesan Ketua DPD RI dalam Sidang Bersama harus diterjemahkan menjadi komitmen bersama untuk memperkuat Otsus sebagai instrumen keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat Papua.

“Jangan sampai Otsus hanya kuat di atas kertas, tetapi lemah dalam manfaat yang dirasakan rakyat. Keadilan untuk Papua adalah bagian dari keadilan Indonesia. Kita ingin membangun Papua bersama masyarakat Papua, untuk kesejahteraan masyarakat Papua, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” Yorrys menuturkan. *** (Rls).

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

PLN Imbau Jarak Aman Pasang Atribut HUT RI Minimal 3 Meter dari Jaringan Listrik

10 August 2026 - 17:52 WIT

Konfercab WKRI Cabang Paniai Resmi Dibuka, Siap Lahirkan Kepemimpinan Baru

8 August 2026 - 14:36 WIT

Wakil Kepala BGN dan Wamendagri Tinjau Penanganan Pasien Keracunan MBG di RSUP Jayapura

7 August 2026 - 18:00 WIT

RSUP Jayapura Berikan Penanganan Medis kepada Delapan Pasien Asal Distrik Depapre

5 August 2026 - 13:02 WIT

Imigrasi Jayapura Catat 2.032 Paspor, PNBP Capai Rp3,28 Miliar

21 July 2026 - 20:56 WIT

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Kodaeral X Tanam Kedelai 20 Hektare di Keerom

17 July 2026 - 20:42 WIT

Trending di PUBLIK