KABARPAPUA.CO, Wamena – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya menunjukkan komitmennya mendukung pengembangan seni dan pelayanan gerejawi.
Hal ini dibuktikan dengan menyerahkan bantuan dana sebesar Rp200 juta kepada kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Provinsi Papua Pegunungan, yang akan mengikuti Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat.
Bantuan tersebut diserahkan langsung Bupati Jayawijaya Atenius Murip dalam acara yang berlangsung di Gedung Aithosa Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan , Selasa, 16 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Atenius menyampaikan, Pemkab Jayawijaya memiliki kepedulian besar terhadap kesiapan keberangkatan kontingen Pesparawi Papua Pegunungan mengikuti perhelatan pesta paduan suara gerejawi terbesar se-Indonesia ini.
Atenius mengakui, masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi, terutama terkait transportasi dan kebutuhan operasional peserta selama mengikuti ajang nasional tersebut.
“Kami dari Pemkab Jayawijaya ingin melihat secara langsung kesiapan tim Pesparawi Papua Pegunungan yang akan berangkat ke Manokwari. Kami mendengar berbagai kendala yang dihadapi, baik transportasi udara maupun kebutuhan lainnya yang diperlukan tim,” terangnya.
Atenius menjelaskan, pemerintah daerah sebelumnya telah berupaya membantu pengurusan armada pesawat Hercules,guna mendukung mobilisasi peserta dari Wamena menuju Manokwari.
Upaya itu, kata Atenius, telah dibawa hingga ke Mabes TNI di Jakarta. Namun, karena keterbatasan penggunaan armada Hercules yang saat ini diprioritaskan kebutuhan operasi militer, penanganan bencana, dan tugas khusus pemerintah pusat, permohonan itu belum dapat dipenuhi.
“Meski demikian, kami tak ingin tinggal diam. Kehadiran kami hari ini adalah bentuk dukungan nyata agar tim Pesparawi Papua Pegunungan tetap memiliki semangat dan keyakinan untuk berangkat membawa nama baik Papua Pegunungan,” jelas Atenius.
Menurut Atenius, bantuan dana yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan transportasi dan operasional kontingen yang berjumlah sekitar 188 orang.
Untuk itu, Atenius juga mengajak berbagai pihak untuk turut memberikan dukungan dan bantuan demi kelancaran keberangkatan serta partisipasi kontingen Papua Pegunungan dalam ajang nasional itu.
“Kami membuka ruang bagi siapa saja yang ingin membantu dan menyukseskan keberangkatan tim Pesparawi ini. Semoga mereka tidak mengalami kekurangan selama perjalanan maupun selama mengikuti perlombaan,” katanya menmbahkan.
Berdasarkan rencana perjalanan, kontingen Pesparawi Papua Pegunungan akan bertolak dari Wamena menuju Biak sebelum melanjutkan perjalanan ke Manokwari menggunakan transportasi laut.
Selain itu, Atenius juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan keselamatan rombongan selama perjalanan.
“Kiranya Tuhan membuka jalan bagi seluruh proses keberangkatan ini. Kami doakan bersama agar perjalanan mereka aman, sehat, dan suara mereka tetap terjaga. The Voice of Papua Highlands akan bergema di Manokwari, membawa nama Papua Pegunungan dan menjadi berkat bagi banyak orang,” tuturnya.
Pesparawi Nasional XIV diselenggarakan di Manokwari, Papua Barat, pada 18–28 Juni 2026. Perhelatan Pesta Paduan Suara Gerejawi terbesar se-Indonesia ini diikuti sekitar 8.000 peserta dan mengusung konsep ramah lingkungan dengan tema memperkuat persaudaraan.
Kehadiran kontingen Pesparawi Papua Pegunungan diharapkan mampu menampilkan talenta terbaik daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan spiritual masyarakat pegunungan Papua di tingkat nasional. ***(AgrisWistrijaya)


















