KABARPAPUA.CO, Nabire – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Nabire melakukan pelayanan perekaman biometrik dan pemadanan Nomor Induk Kependudukan (NIK) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang berlangsung di Aula Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Nabire, Selasa, 28 April 2026.
Kegiatan yang menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Nabire, guna memvalidasi data Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta merekam sidik jari dan retina mata para narapidana.

Foto: Agis Pranoto/KabarPapua.co
Kepala Lapas Kelas II B Nabire, Dodi Wijaya menyampaikan akurasi data adalah kunci utama dalam memberikan layanan pemasyarakatan yang transparan, sekaligus untuk memastikan data kependudukan WBP valid dan terdaftar secara resmi.
“Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pemenuhan hak administrasi kependudukan bagi WBP serta mendukung proses pembinaan dan reintegrasi sosial di dalam lapas,” kata Dodi.
Proses perekaman diikuti oleh 34 warga binaan. Lapas Nabire memastikan perekaman biometrik dan pemadanan serta verifikasi NIK membuktikan setiap individu, terlepas dari kesalahan masa lalunya, tetap memiliki tempat dalam tatanan bangsa dan hak yang dijaga oleh negara.

Gelar Upacara Peringatan HBP ke-62
Sebelumnya, Lapas Kelas II B Nabire menggelar upacara peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62. Kegiatan yang penuh kebersamaan ini dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas II B Nabire, Dodi Wijaya melalui virtual atau zoom meeting secara serentak pada Senin, 27 April 2026.
Kegiatan zoom meeting diawali dengan menyaksikan berbagai rangkaian pertunjukan acara, dilanjutkan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman dan pemberian kata sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Peringatan HBP tahun ini tak hanya diisi seremonial, tapi juga berbagai rangkaian acara sosial. “Kami juga serahkan piagam penghargaan ke Puskesmas Nabarua atas perhatian dan kerjasamanya memberikan pelayanan kesehatan pada warga binaan. Juga memberikan etalase kepada warga kurang mampu,” kata Dodi.
Kegiatan ini berlangsung sederhana namun penuh makna. Selain menjadi momentum refleksi, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pemasyarakatan hadir tidak hanya dalam pembinaan di dalam rumah tahanan (rutan), tetapi juga melalui kepedulian sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama sebagai wujud syukur atas pencapaian instansi selama setahun terakhir. Diharapkan melalui peringatan ini, sinergi antara petugas, warga binaan, dan masyarakat dapat terjalin semakin kuat demi terciptanya sistem pemasyarakatan yang lebih modern dan manusiawi. ***(Agies Pranoto)


















