KABARPAPUA.CO, Serui– Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat NU dan ke-92 Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Kabupaten Kepulauan Yapen dirangkaikan dengan kegiatan istighosah bersama yang berlangsung di Sekretariat PCNU Kelapa Dua Serui, pada 24 April 2026.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Fatayat NU, Mars GP Ansor, dan Istighosa bersama.
Wakil Ketua II Fatayat NU Kabupaten Kepulauan Yapen, Nur Fajriatul yang mewakili Ketua Fatayat NU Rahmawati Rusli, menyampaikan kepada seluruh kader agar terus semangat dalam berorganisasi. Ia menegaskan Harlah ke-76 Fatayat NU mengusung tema “Berdaya, Berdampak, dan Mendunia” yang bukan sekadar slogan, melainkan menjadi arah gerak organisasi.
Menurutnya, “berdaya” berarti kader Fatayat NU tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga memiliki kapasitas personal, baik secara ekonomi, intelektual, maupun mental.
Ia menambahkan, perempuan yang berdaya merupakan fondasi penting dalam membangun keluarga yang kuat.
Sementara itu, “berdampak” dimaknai sebagai kehadiran organisasi yang dirasakan langsung oleh masyarakat, melalui program-program di bidang kesehatan, perlindungan anak, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Adapun “mendunia” mencerminkan bahwa di era digital saat ini, pemikiran dan gerakan kader tidak boleh terbatas, melainkan mampu berkontribusi dalam skala global dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sebagai solusi perdamaian.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Fatayat NU dan GP Ansor sebagai dua sayap organisasi yang saling menguatkan. “Mari berjalan beriringan untuk memastikan NU tetap jaya dan Indonesia tetap damai,” ujarnya.
Ketua GP Ansor Kabupaten Kepulauan Yapen, Ahmad Junaidi, juga mengajak seluruh kader untuk terus bersatu dan berkhidmat demi kemajuan Nahdlatul Ulama di daerah tersebut. Ia menegaskan bahwa tugas utama GP Ansor adalah menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah serta keutuhan NKRI.
Ia juga mengingatkan agar setiap kader berkhidmat dengan niat tulus tanpa pamrih. “Jika berkhidmat dengan ikhlas, maka Allah SWT akan membalas kebaikan di dunia dan akhirat,” katanya.
Selain itu, GP Ansor berkomitmen untuk memperkuat kemandirian organisasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah, Fatayat NU, serta lembaga-lembaga di bawah naungan Nahdlatul Ulama dalam mendorong kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Kepulauan Yapen, Ustadz Khaerudin Siswanto, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara GP Ansor dan Fatayat NU. Ia menilai sinergi tersebut menjadi kekuatan besar dalam memajukan organisasi di tengah tantangan zaman yang terus berkembang, termasuk di era digital dan kecerdasan buatan.
Ia juga mencontohkan program Fatayat NU yang bermitra dengan KUA dalam pembinaan calon pengantin sebagai kegiatan positif yang perlu terus dikembangkan. Kegiatan istighosah dipimpin oleh Ustaz Junaedi dan ditutup dengan doa yang dipimpin Ketua Dewan Syuro PCNU Kabupaten Kepulauan Yapen, Ustaz Drs. Syatam Surya Atmaja. *** (Ainun Faathirjal)


















