KABARPAPUA.CO, Nabire– Polres Nabire memastikan pola pengamanan yang akan dilakukan dalam menghadapi unjuk rasa mahasiswa Puncak, akan dilakukan dengan persuasif dan humanis untuk menjamin keamanan serta ketertiban umum. Unjuk rasa rencana akan dilakukan esok hari, Senin 27 April 2026 di kantor DPRK setempat.
Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu menyampaikan hal tersebut pada apel kesiapan pengamanan di Lapangan Mapolres Nabire pada Minggu, 26 April 2026 yang diikui 700 personel gabungan TNI Polri dan Satpol PP.
“Rencana unjuk rasa esok hari akan diikuti 2000 massa dan akan berkumpul pada 5 titik, yaitu di Sriwini, Pasar Karang, Jepara 2 , Kalibobo dan beberapa titik lainnya,” katanya.
Kepolisian setempat berharap unjuk rasa yang dilakukan dapat dikoordinasikan dengan berbagai pihak termasuk pemerintah daerah, tokoh adat, agama dan masyarakat.
“Silahkan aspirasi kalian sampaikan nanti di DPR , namun harus dilakukan tanpa menciptakan chaos atau kekacauan bahkan membawa atribut yang bertentangan dengan NKRI,” katanya.
Dalam mengantisipasi keamanan esok hari, Polres Nabire juga menggelar pertemuan bersama dengan forkopimda dan menandatangani pernyataan sikap bersama terdiri dari:
- Kita semua bertanggung jawab untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Nabire.
- Menolak dengan tegas segala bentuk aksi yang bertujuan melumpuhkan aktivitas masyarakat di Kabupaten Nabire.
- Menolak dengan tegas aksi long march.
- Menolak dengan tegas aksi – aksi yang memunculkan tindakan anarkis.
(Agis Pranoto)


















