Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PUNCAK · 22 Apr 2026 17:03 WIT

PMI Obati 300-an Pengungsi Konflik Bersenjata dari Kembru Puncak


					PMI saat mengobati pengungsi Kembru Puncak. Foto: PMI Puncak Perbesar

PMI saat mengobati pengungsi Kembru Puncak. Foto: PMI Puncak

KABARPAPUA.CO, Mulia– Tim Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya menggelar pengobatan massal dan pelayanan kesehatan bagi warga pengungsi yang terdampak konflik bersenjata. Kegiatan dipusatkan di halaman Gereja GIDI Wilayah Yamo, Klasis Mulia, Jemaat Tirineri, Distrik Yambi, Kabupaten Puncak Jaya, Pada Senin 20 April 2026.

Sekitar 300-an orang pengungsi dari Kampung Kumikomo, Distrik Magaebukmedan, Kampung Tenoti, Distrik Kembru mendapatkan pengobatan gratis. Selain itu, PMI juga menyalurkan bantuan logistik esensial berupa sembako, selimut, terpal untuk hunian sementara, serta asupan nutrisi khusus seperti susu untuk bayi dan anak-anak.

Tim PMI yang dipimpin oleh Ketua PMI Puncak Jaya, Nelson Wonda juga berhasil mengevakuasi jenazah seorang pria lansia bernama Amer Walia, warga sipil yang menjadi korban dalam situasi konflik ini. Jenazah langsung dimakamkan secara adat melalui prosesi kremasi.

Data di lapangan menyebutkan, penemuan ini menambah daftar warga sipil yang meninggal dunia akibat konflik di wilayah tersebut menjadi 11 orang. Hingga saat ini, 11 jenazah telah dikremasi, sementara satu warga lainnya bernama Nonggopri Kogoya (50) masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim.

PMI saat menyerahkan bantuan bama untuk pengungsi Kembru Puncak. Foto: PMI Puncak

Mama Nopera Telenggen, warga asal Kampung Kumikomo, Distrik Magaebukme tak kuasa menahan air mata saat menerima bantuan. Meski bersyukur atas kehadiran PMI, ia tetap menyimpan harapan besar akan berakhirnya pertikaian.

“Kami berharap tidak ada lagi penembakan. Kami ingin kembali ke kampung halaman dan menjalani keseharian kami seperti sedia kala,” katanya.

Ketua PMI Kabupaten Puncak, Elpina Kogoya bersyukur bisa menjangkau masyarakat meskipun dalam kondisi keamanan yang menantang. Ia memastikan bahwa pendampingan terhadap pengungsi akan terus berlanjut.

“Kami telah melayani lebih dari 300 pengungsi dan berencana melakukan pengobatan susulan agar warga bisa benar-benar pulih, baik secara fisik maupun psikis. Masyarakat sangat merindukan kedamaian agar bisa kembali ke honai dan kebun. Ini adalah tugas bersama untuk memastikan rasa aman itu kembali hadir bagi mereka,” tutupnya. *** (Katharina/Rls)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Program Kampung Nelayan Merah Putih Disambut Positif di Kampung Ketuapi

22 April 2026 - 17:51 WIT

Seorang ASN di Yahukimo Ditembak OPM

22 April 2026 - 13:43 WIT

Longsor 50 Meter Terjang Kampung Kalimo Keerom, Akses Jalan Trans Papua Lumpuh

21 April 2026 - 05:35 WIT

Kalapas Serui yang Baru Harapkan Dukungan Semua Jajaran

20 April 2026 - 20:12 WIT

Willem Wandik Desak Pembentukan Tim Investigasi Independen Tragedi Kembru

20 April 2026 - 20:06 WIT

PMI Terobos Daerah Konflik Bersenjata Puncak, Dirikan 2 Posko Darurat di Tengah Ketakutan Warga

20 April 2026 - 17:56 WIT

Trending di KABAR PUNCAK