Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR JAYAWIJAYA · 21 Jan 2026 13:56 WIT

Konflik Dua Kelompok Menemui Titik Terang Menuju Perdamaian


					Bupati Jayawijaya Atenius Murip dan Wagub Papua Pegunungan Ones Pahabol saat bertemu masyarakat yang berkonflik. (KabarPapua.co/Agris Wistrijaya) Perbesar

Bupati Jayawijaya Atenius Murip dan Wagub Papua Pegunungan Ones Pahabol saat bertemu masyarakat yang berkonflik. (KabarPapua.co/Agris Wistrijaya)

KABARPAPUA.CO, Wamena – Konflik dua kelompok masyarakat, Suku Lanny yang ada di Sinakma dan Suku Yali di Maplima menemui titik terang menuju perdamaian. Hal ini dijelaskan Bupati Jayawijaya Atenius Murip sebagai penengah dari konflik tersebut pada Selasa, 20 Januari 2026.

Menurut Atenius, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya berharap agar pertikaian ini bisa segera dihentikan dan diselesaikan secara damai.

“Untuk diketahui, penyelesaian secara hukum dan adat yang dilakukan kemarin di Polres berakhir dengan saling serang antar dua kubu. Untuk itu, Pemkab Jayawijaya menemui masyarakat Lanny yang berkumpul di Sinakma dan masyarakat Yali yang ada di Maplima,” jelasnya.

Atenius juga mengatakan, Pemkab Jayawijaya bersama Pemprov Papua Pegunungan, Pemkab LannyJaya, LMA, MRP, tokoh agama, tokoh adat, TNI/Polri, dan tokoh masyarakat melakukan mediasi dengan kedua kubu tersebut.

“Kami Pemkab Jayawijaya turut mengambil bagian sebagai penengah pertikaian dan turut prihatin dengan kejadian ini mengakibatkan kambtimas Kota Wamena terganggu,” ucapnya.

Untuk itu, Bupati Jayawijaya mengajak wagub, Wabup Lanni Jaya, MRP dan semua elemen untuk bertemu langsung dengan masyarakat, guna meredam pertikaian dan hasilnya disampaikan secara terbuka tidak akan ada lagi terjadi perang, melainkan bersepakat menyelesaikan secara damai.

Sebagai pendukung atau penengah dan tempat kejadian juga berada di wilayah Kabupaten Jayawijaya, maka Pemkab Jayawijaya memberikan sumbangan beras sebanyak 2 ton di masing-masing kubu. 

“Ini sebagai bentuk kekeluargaan dari Kabupaten Jayawijaya atas penyelesaian konflik yang terjadi, dan kedua kubu juga telah meminta maaf atas gangguan kambtimas yang terjadi,” terangnya.

Atenius juga harap agar mediasi penyelesaian masalah ini bisa benar-benar selesai secara tuntas. “Sehingga situasi dan kondisi keamanan Kota Wamena serta aktivitas masyarakat berjalan dengan normal,” terangnya. ***(Agris Wistrijaya)

Artikel ini telah dibaca 180 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pemkab Jayawijaya Apresiasi Bank Papua atas Dukungannya Lewat Program CSR

13 September 2026 - 16:14 WIT

Pemkab Jayawijaya Dorong Kemandirian Pemuda Melalui Pelatihan Wirausaha Muda

10 September 2026 - 10:30 WIT

Tujuh Hari KKR Wamena Bermazmur, Momentum Pemulihan dan Penguatan Iman Masyarakat

8 September 2026 - 14:12 WIT

Momen Langka di Jayawijaya: Bupati Resmikan KKR Wamena Bermazmur saat Apel ASN

7 September 2026 - 17:36 WIT

Bunda PAUD Jayawijaya: Program Kerja Sederhana, tapi Berdampak Nyata

7 September 2026 - 16:42 WIT

Panen Ubi di Araboda, Wabup Jayawijaya Ajak Warga Pertahankan Tradisi Berkebun

4 September 2026 - 01:40 WIT

Trending di KABAR JAYAWIJAYA