KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri memberikan apresiasi atas kolaborasi strategis antara TNI, Pemerintah Provinsi, dan RSUD Jayapura untuk memangkas keterbatasan akses kesehatan yang selama ini dirasakan masyarakat.
Dirinya yakin dengan kehadiran Hearing Center di RSUD Dok II Jayapura, warga Papua tidak perlu lagi jauh-jauh mencari layanan pendengaran yang lengkap. “Ini adalah langkah nyata menuju Papua yang lebih sehat, inklusif, dan setara bagi semua,” katanya.
Hearing Center resmi beroperasi pada Kamis 8 Januari 2026 di RSUD Dok II. Fasilitas ini berdiri atas kolaborasi Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III bersama RSUD Jayapura.
Fasilitas ini menjadi pusat layanan audiometri terpadu pertama di wilayah Papua yang dirancang khusus untuk menangani gangguan pendengaran secara profesional, modern, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pada momen peresmian Hearing Center , 18 orang langsung bisa mendengar dengan mendapatkan bantuan alat dengar (ABD) secara cuma-cuma dari target 68 penerima manfaat pada tahap awal program ini.
Peresmian dilakukan secara simbolis oleh Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi, bersama Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri.

“Kehadiran Hearing Center ini adalah wujud komitmen TNI dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat Papua. Kami ingin memastikan saudara-saudara kita yang mengalami gangguan pendengaran kembali mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan dunia,” ujar Letjen TNI Bambang Trisnohadi.
Hearing Center RSUD Jayapura bukan sekadar tempat pemeriksaan biasa. Fasilitas ini menawarkan ekosistem layanan kesehatan pendengaran yang komprehensif, meliputi pemeriksaan akurat menggunakan teknologi audiometri terbaru, pendampingan langsung oleh dokter spesialis THT dan audiolog, pemberian dan penyetelan alat bantu dengar yang sesuai kebutuhan pasien dan pendampingan bagi keluarga pasien untuk perawatan alat dan terapi. *** (Imelda)
























