KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Pemerintah Provinsi Papua mengapresiasi Forum Komunikasi Lintas Kerukunan Nusantara (Forkom LKN) Provinsi Papua atas komitmennya dalam menjaga persatuan, toleransi, dan harmoni sosial di Tanah Papua.
Mubes II mengusung tema “Berkolaborasi dan Membangun Solidaritas Kebinekaan untuk Papua Cerah dan Damai di Tanah Papua” yang dibuka oleh Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen di Hotel Suni Abepura, Kota Jayapura, Minggu 14 Desember 2025.
Aryoko menyampaikan Forkom LKN Papua memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam menjaga keutuhan NKRI melalui penguatan silaturahmi lintas suku, adat, budaya, dan agama.
“Kemajemukan Papua adalah kekayaan yang harus dikelola dengan bijaksana agar menjadi energi sosial untuk mempercepat pembangunan dan mewujudkan Papua yang damai, sejahtera, dan harmonis,” ujar Aryoko Rumaropen.
Mubes II juga menjadi momentum konsolidasi organisasi dan pemilihan Sekretaris Jenderal Forkom LKN Papua periode 2025–2028.
Pemerintah berpesan agar Forkom LKN terus menjaga kebersamaan dan menolak segala bentuk perpecahan. “Persatuan dan keutuhan NKRI adalah harga mati yang harus kita jaga dan wariskan kepada generasi penerus,” tegasnya.
Sekretaris Jenderal sebelumnya, Ir. H. Junaedy Rahim menyampaikan, Forkom LKN Papua siap mendukung penuh kepemimpinan Gubernur Matius D Fakhiri dan Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen demi terwujudnya Papua Cerah dan Damai.
Pemerintah Provinsi Papua juga menerima aspirasi Forkom LKN terkait kebutuhan fasilitas sekretariat sebagai pusat koordinasi penanganan isu sosial, budaya, dan keamanan.
Sementara itu Ketua Panitia Mubes II Forkom LKN Papua, Mustakim HR menjelaskan Mubes 2 bertujuan mendengar laporan pertanggungjawaban sekretaris jenderal Forkom LKN Papua masa bakti 2022-2025 sekaligus mengevaluasi dan membahas rancangan rancangan program kerja untuk 3 hingga 4 tahun ke depan sesuai AD/RT.
“Peserta yang hadir peserta yang hadir sekitar 21 paguyuban dan 4 paguyuban sebagai peninjau,” bebernya
Mubes II dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Penjabat Sekda Papua Christian Sohilait, unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, serta perwakilan 25 kerukunan dan paguyuban dari seluruh Tanah Papua. *** (Imelda)
























