Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA · 8 Nov 2025 18:21 WIT

Gubernur Papua: RSUD Abepura Disiapkan Jadi Rumah Sakit Ibu dan Anak


					Sidak Gubernur Papua, Matius Fakhiri ke RSUD Abepura. Foto: Imelda/Kabarpapua.co Perbesar

Sidak Gubernur Papua, Matius Fakhiri ke RSUD Abepura. Foto: Imelda/Kabarpapua.co

KABARPAPUA.COKota Jayapura– Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura, Jayapura.

Gubernur menegaskan RS Abepura akan dipersiapkan menjadi rumah sakit khusus ibu dan anak, dengan fokus pada peningkatan kualitas pelayanan dan manajemen rumah sakit.

“Saya tidak bicara tahun sebelumnya, saya melihat tahun ini. Lima bulan ke depan saya ingin melihat perubahan nyata,” ujar Fakhiri, Jumat 7 November 2025.

Ia menekankan kesehatan adalah fondasi utama pembangunan sumber daya manusia di Papua.

Dalam kunjungan tersebut Gubernur menerima sejumlah keluhan dari masyarakat terkait pelayanan yang belum maksimal. Ia meminta Dinas Kesehatan untuk menginput seluruh masukan, termasuk dari tenaga medis, guna membenahi sistem manajemen RS Abepura yang dinilai masih memiliki banyak kekurangan.

“Kalau saya ganti pimpinan, maka harus semua. Supaya tidak ada lagi mata rantai yang membuat pelayanan menjadi tidak baik,” katanya.

Fakhiri juga menyoroti pentingnya sanitasi di RS Abepura yang berada di tengah kompleks pemukiman. Ia menyebut pengelolaan limbah sebagai aspek krusial yang harus segera ditangani. Meski gedung RS dinilai cukup baik, pembenahan tetap diperlukan agar pelayanan publik berjalan optimal.

Dalam upaya perbaikan, gubernur menyatakan akan berdiskusi dengan berbagai pihak, termasuk Ibu Direktur RS Abepura, yang disebut siap menerima evaluasi sebagai bagian dari penilaian kinerja. “Mulai sekarang tidak ada kubu-kubuan. Pelayanan publik adalah yang utama,” Fakhiri berujar.

Gubernur meminta waktu satu hingga dua hari untuk menilai kekurangan yang ada dan memastikan langkah-langkah pembenahan segera dilakukan. Dalam waktu dekat juga Gubernur akan melakukan sidak ke Rumah Sakit Jiwa. *** (Imelda)

Artikel ini telah dibaca 71 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Wagub Aryoko: Pelaksanaan MBG di Papua Tak Bisa Dilakukan Biasa-biasa saja

23 January 2026 - 15:34 WIT

Tim Penggerak Percepatan Pembangunan Dilantik, Gubernur Papua: Hadirkan Solusi Berdampak

15 January 2026 - 10:38 WIT

Hearing Center Hadir di RSUD Jayapura

9 January 2026 - 13:49 WIT

7 Regulasi Non-APBD 2026 Siap Ditetapkan untuk Pembangunan Inklusif Papua

9 January 2026 - 12:27 WIT

Perkuat Akuntabilitas, Gubernur Papua Serahkan DPA ke OPD

5 January 2026 - 18:04 WIT

Gubernur Papua Dorong ASN Tingkatkan Disiplin, Kinerja, dan Pelayanan Publik

5 January 2026 - 17:35 WIT

Trending di KABAR PAPUA