Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 12 Sep 2025 07:42 WIT

Maraknya Penumpang Gelap Kapal Perintis di Serui


					Kepala Kantor Cabang (Kacab) PT Pelni Serui, Whendy Richard Imkotta melakukan monitoring keberangkatan KM Sabuk Nusantara 100 di Pelabuhan Isak Samuel Kijne. Foto: Pelni Serui. Perbesar

Kepala Kantor Cabang (Kacab) PT Pelni Serui, Whendy Richard Imkotta melakukan monitoring keberangkatan KM Sabuk Nusantara 100 di Pelabuhan Isak Samuel Kijne. Foto: Pelni Serui.

KABARPAPUA.CO, Serui– Kepala Kantor Cabang (Kacab) PT Pelni Serui, Whendy Richard Imkotta melakukan monitoring keberangkatan KM Sabuk Nusantara 100 di Pelabuhan Isak Samuel Kijne, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, Kamis 11 September 2025. Monitoring guna memastikan seluruh penumpang memiliki tiket resmi dalam keberangkatannya.

Whendy mengatakan, selain untuk menjaga ketertiban dan kelancaran pelayaran, monitoring juga dilakukan guna mengejar target pendapatan yang hingga kini belum tercapai. Salah satu penyebabnya adalah masih adanya penumpang gelap yang ikut berlayar tanpa tiket.

“Selain kami ingin mengejar pendapatan yang masih jauh dari target, penggunaan kapal untuk penugasan pemerintah juga menjadi kendala. Ditambah lagi masih banyak penumpang gelap yang ikut berlayar,” ungkap Whendy.

Ia berharap Pelni bersama pihak terkait dapat lebih selektif terhadap calon penumpang, sehingga hanya mereka yang memiliki tiket resmi yang diperbolehkan naik ke kapal.

Whendy bilang, tarif subsidi kapal perintis sangat terjangkau dibandingkan moda transportasi lain. “Misalnya, ke Waren hanya Rp15 ribu dan ke Dawai Rp20 ribu. Dengan harga ini, justru harga ojek lebih mahal daripada tiket kapal perintis,” ujarnya.

Whendy mengingatkan kepada pelanggan kapal perintis, dengan memiliki tiket, penumpang mendapatkan jaminan asuransi apabila terjadi sesuatu selama perjalanan. Karena itu, ia meminta masyarakat agar lebih sadar membeli tiket sebelum naik ke kapal.

“Harapan kami, masyarakat bisa memiliki kesadaran penuh untuk membeli tiket. Dengan begitu, perjalanan lebih aman, dan ke depan kita berharap pemerintah dapat menghadirkan kapal yang lebih baik lagi untuk melayani masyarakat di pesisir hingga pelosok kampung,” katanya. *** (Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 133 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Semarak HUT RI, PLN Bagi-bagi Promo “Merdeka Daya”

17 August 2026 - 16:12 WIT

HUT ke-81 RI: Dirut PLN Pimpin Langsung Siaga Kelistrikan dari NTT

17 August 2026 - 12:14 WIT

Banjir Promo BRI di HUT ke-81 RI, Berikut Rinciannya

15 August 2026 - 16:15 WIT

Saatnya Punya Mobil Baru, BRI KKB Expo 2026 Hadir di 131 Cabang

15 August 2026 - 14:40 WIT

Mudahkan Layanan Keuangan, CIMB Niaga Syariah Hadir di Batam

15 August 2026 - 00:09 WIT

HUT ke-81 RI di Papua: PLN Kawal Keandalan Listrik di 63 Lokasi Strategis

14 August 2026 - 21:53 WIT

Trending di BISNIS