Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR JAYAWIJAYA · 7 Jun 2025 01:01 WIT

Pemkab Jayawijaya Melaksanakan Rakor Rekonsiliasi Bersama PGGJ


					Pemkab Jayawijaya mengadakan Rakor  Rekonsiliasi bersama para pendeta tergabung dalam PGGJ. (Foto dok: Kominfo Jayawijaya) Perbesar

Pemkab Jayawijaya mengadakan Rakor Rekonsiliasi bersama para pendeta tergabung dalam PGGJ. (Foto dok: Kominfo Jayawijaya)

KABARPAPUA.CO, Wamena – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya mengadakan rapat bersamapara pendeta dari 17 denominasi gereja yang masuk dalam Persekutuan Gereja-Gereja Jayawijaya (PGGJ) untuk melakukan persiapan rekonsiliasi daerah.

Rapat yang dipimpin langsung Bupati Jayawijaya Atenius Murip dan didampingi Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Eloprere ini, digelar di Sasana Wio, Kantor Bupati Jayawijaya, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Jumat, 6 Juni 2025.

Menurut Bupati Jayawijaya Atenius Murip, Pemkab Jayawijaya mengundang para pendeta PGGJ dan pimpinan PGGP, serta 17 denominasi gereja untuk melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) Rekonsiliasi Daerah Jayawijaya.

“Puji Tuhan semua yang diundang hadir dalam rapat untuk melakukan tatap muka dengan pemerintah daerah bersama semua pimpinan gereja, mulai dari pimpinan klasis, pimpinan sinode, dan pimpinan wilayah. Dimana kami membahas konsep dan rencana rekonsiliasi yang direncanakan dalam bulan Juni ini,” terangnya.

Rekonsiliasi ini, kata Atenius, rencananya akan dilakukan dengan melihat kondisi daerah yang akhir-akhir ini diketahui bersama dalam kenyamanan dan ketentramannya terganggu. Sehingga rekonsiliasi sangat penting dalam melibatkan pemerintah dan gereja.

“Rekonsiliasi ini sudah masuk dalam agenda 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya. Sehingga untuk kondisi ini merupakan bagian dari program 100 hari yang sedang berjalan, baik karena kondisi keamanan terganggu ataupun sebelumnya, maka program ini dipandang perlu dilakukan,” jelasnya.

Atenius juga mengatakan, rekonsiliasi ini dipandang perlu dilakukan dengan harapan Kota Wamena,Kabupaten Jayawijaya bisa bangkit dan tetap menjadi Kota Dani, Damai Aman Nyaman dan Indah. “Sehingga masyarakat juga dapat merasakan kenyamanan dan ketentraman,” katanya. ***(Agris Wistrijaya)

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Konflik Dua Kelompok Menemui Titik Terang Menuju Perdamaian

21 January 2026 - 13:56 WIT

Dukung Publikasi Liga 4, Diskominfo Jayawijaya Terima Audiensi PSSI Papua Pegunungan

20 January 2026 - 13:27 WIT

Wamena Menuju Smart City: Lobi Strategis Bupati Jayawijaya Membuahkan Hasil Nyata

16 January 2026 - 12:26 WIT

Wapres Gibran Borong Hasil Bumi di Pasar Putikelek dan Pastikan Gizi MBG di Wamena

14 January 2026 - 22:21 WIT

Momen Wapres Gibran Menang Main Bola di Wamena hingga Menyesap Nikmatnya Kopi Lokal

13 January 2026 - 23:28 WIT

Perdana ke Wamena, Wapres Gibran Dijadwalkan Menginap Satu Malam

13 January 2026 - 15:31 WIT

Trending di KABAR JAYAWIJAYA