Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA · 18 Feb 2025 21:47 WIT

Ketua Komisi I DPRP: MBG Perlu Disosialisasikan hingga ke Sekolah


					Ketua Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long. Foto: Imelda/Kabarpapua.co Perbesar

Ketua Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long. Foto: Imelda/Kabarpapua.co

KABARPAPUA.CO, Kota JayapuraKetua Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long menyikapi unjuk rasa penolakan Makanan Bergizi Gratis ( MBG) yang terjadi di sejumlah kabupaten di Tanah Papua.

Menurutnya program MBG harus dilakukan sosialisasi terlebih dahulu dari pemerintah pusat ke daerah dan dilanjutkan kepada pihak sekolah.

“Jangan sampai  pemahaman di daerah, seolah-olah makanan itu di kirim dari Jakarta,” ujarnya, Selasa 18 Februari 2024, saat ditemui wartawan.

Dia mengaku prihatin dengan penolakan MBG yang terjadi. Padahal pemerintah memiliki niat baik dengan program ini. “Program ini kan  tentang perhatian pemerintah pusat, Bapak Presiden yang  langsung memberikan siswa-siswi makanan bergizi gratis,” jelasnya.

Menurutnya program MBG adalah anugerah, sehingga program ini tidak harus ada penolakan.

“Anak SD, SMP, menolak makan gratis? Seharusnya mereka bersyukur. Angka kemiskinan Papua  sangat tinggi, jadi peluang ini sebenarnya bisa diterima,” jelasnya

Jika MBG tetap masih ada penolakan, maka pemerintah daerah provinsi kabupaten/kota harus bertanggung jawab untuk masalah ini.

“MBG harusnya mendapatkan respons  positif dari semua pihak. Saya tidak mau menduga siapa di balik demo ini, tetapi menurut saya secara objektifitas tidak ada anak- anak sekolah mengetahui tentang penolakan itu, menurut saya sangat rancu,” jelasnya.

Termasuk program MBG harus melibatkan semua pihak, seperti DPR, OPD teknis, lembaga swadaya masyarakat, tokoh agama tokoh adat. “Jangan dari satu instansi saja, sebab MBG dilakukan di daerah, bukan dari luar daerah. Saya berharap tidak ada lagi penolakan,” ujarnya. *** (Imelda)

Artikel ini telah dibaca 63 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Wagub Aryoko: Pelaksanaan MBG di Papua Tak Bisa Dilakukan Biasa-biasa saja

23 January 2026 - 15:34 WIT

Tim Penggerak Percepatan Pembangunan Dilantik, Gubernur Papua: Hadirkan Solusi Berdampak

15 January 2026 - 10:38 WIT

Hearing Center Hadir di RSUD Jayapura

9 January 2026 - 13:49 WIT

7 Regulasi Non-APBD 2026 Siap Ditetapkan untuk Pembangunan Inklusif Papua

9 January 2026 - 12:27 WIT

Perkuat Akuntabilitas, Gubernur Papua Serahkan DPA ke OPD

5 January 2026 - 18:04 WIT

Gubernur Papua Dorong ASN Tingkatkan Disiplin, Kinerja, dan Pelayanan Publik

5 January 2026 - 17:35 WIT

Trending di KABAR PAPUA