KABARPAPUA.CO, Wamena – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya menggelar kegiatan Pengembangan Literasi Berbasis Inklusi Sosial, yang dirangkaikan dengan Lomba Baca Puisi dan Cerita Rakyat Papua bagi Siswa Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Jayawijaya.
Kegiatan digelar pada Senin, 28 September 2026 dan dibuka secara resmi Asisten III Sekda KabupatenJayawijaya Lekius Jikwa, yang hadir membacakan sambutan tertulis Bupati Jayawijaya, Atenius Murip.
Dalam sambutan Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, Pemkab Jayawijaya mengapresiasi partisipasi sekolah dan guru sebagai wujud kepedulian terhadap pembentukan karakter serta pelestarian budaya sejak dini.
Pemkab Jayawijaya juga mendorong agar perpustakaan bertransformasi menjadi ruang publik yang produktif dan mengajak masyarakat membatasi penggunaan gadget pada anak.
“Mari kita ubah gaya hidup anak-anak dengan membiasakan membaca buku dan mengurangi kebiasaan menggunakan gadget demi kesehatan dan masa depan mereka,” tegas Lekius membacakan sambutan bupati.

SD Inpres Wesaput Sabet Juara Lomba Cerita Rakyat
Dalam ajang Lomba Membaca Cerita Rakyat Papua yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jayawijaya, SD Inpres Wesaput berhasil meraih prestasi membanggakan, yakni juara 1 diraih Aprilia (kelas V) dengan cerita “Terciptanya Air Garam di Tiom”.
Selain juara 1, SD Inpres Wesaput juga mendapatkan Juara 3 yang diraih oleh Melati (kelas VI) dengan cerita “Terciptanya Air Garam di Yiwika”. “Keberhasilan ini merupakan hasil persiapan dan bimbingan intesif selama seminggu,” kata Guru Pendamping, Petrus Purun.
Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jayawijaya, Heribertus Mabel menjelaskan, perlombaan ini diikuti perwakilan dari lima sekolah di Lembah Baliem, yakni SD Negeri Wamena, SD Kristen Koinonia, SD YPPK Santo Yakobus, SD Inpres Wesaput, dan SD Harapan Balim.

Heribertus mengapresiasi antusiasme dan kecerdasan berpikir anak-anak SD di Jayawijaya dalam menghafal serta menceritakan kembali sejarah dan asal-usul tempat-tempat bersejarah peninggalan leluhur di Lembah Baliem.
Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan semangat belajar, pemerintah daerah melalui dinas terkait menyerahkan hadiah berupa tabungan pendidikan bagi para pemenang yang bersumber dari Dana DAU.
“Kami memberikan hadiah berupa tabungan anak sekolah. Harapan kami kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut karena kecerdasan serta potensi anak-anak kita di Jayawijaya sangat luar biasa,” kata Heribertus. ***(Agris Wistrijaya)








