KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) Jayapura resmi melaksanakan Kelas Kecerdasan Artifisial-AI Goes To School (AGTS), sebuah program unggulan dari Mafindo yang bertujuan untuk mendampingi 10.000 guru di 40 kota selama 18 bulan.
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Mafindo Jayapura, Dr. Nahria, S.Sos.,M.Si., dalam pernyataan tertulisnya kepada media, Kamis, 24 September 2026 mengatakan, program ini didukung mitra strategis seperti Google.org, AVPN, dan Asian Development Bank (ADB), serta bekerja sama dengan pemangku kepentingan lokal untuk memastikan implementasi yang efektif di setiap wilayah.
Melalui pelatihan ini, kata Nahria, para guru diajak untuk memahami teknologi Kecerdasan Artifisial (KA), etika dalam pemanfaatan KA, manajemen prompt, pemanfaatan KA untuk pembelajaran kreatif, pemanfaatan KA untuk pengelolaan kelas, serta pemanfaatan KA untuk peningkatan kinerja dan administrasi.

“Selain itu, program ini juga menyediakan akses ke platform Learning Management System (LMS) yang memungkinkan guru mengakses materi pelatihan secara fleksibel dan berkelanjutan,” jelas Nahria.
Menurut Nahria, kelas kecerdasan AI yang dilaksanakan Mafindo Jayapura ini menghadirkan 100 orang guru dari berbagai tingkatan mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, dan SMA/SMK di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom.
Untuk itu, kata Nahria, pihaknya mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak, mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Jayapura, Lembaga Penelitian dan Pengembangan ‘Aisyiyah (LPPA) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Papua, Universitas Muhammadiyah (UM) Papua, dan Universitas Yapis Jayapura.

Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Yoppi Yoram Hanuebi, S.Pd., mengajak para peserta merefleksikan kembali peristiwa yang menghebohkan masyarakat dengan beredarnya video viral yang melibatkan salah satu sekolah di Kota Jayapura.
“Peristiwa tersebut menjadi cermin nyata betapa pesatnya kemajuan teknologi digital saat ini sekaligus menunjukkan dampak destruktifnya bila tidak diimbangi dengan literasi dan kedewasaan,” jelas Yoppi, Kamis, 24 September 2026.
“Melalui penguasaan teknologi informasi (IT) yang sehat dan terarah, kita dapat memangkas kesenjangan yang terjadi. Guru dapat merancang pembelajaran yang inklusif, memfasilitasi anak yang kurang mampu atau berlebih agar sama-sama melek digital secara bertanggung jawab,” kata Yoppi menambahkan.
Yoppi juga mengimbau para guru untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar kecerdasan emosional dan kapasitas teknologi semakin matang dalam membimbing peserta didik.

Lebih jauh, ia menekankan kepada para guru agar tidak hanya menguasai materi pelajaran tetapi harus mampu mengelola emosi diri dan berempati kepada murid, menjadi role model, dan menguasai digital intelligence (kecerdasan teknologi/IT).
Menurut Yoppi, tujuan utama pelatihan hari ini adalah membekali para guru semua agar menjadi pendidik yang benar-benar siap mengajar, siap membina masa depan generasi penerus bangsa, serta mampu menumbuhkan keterampilan hidup yang relevan dengan zaman.
“Namun tugas kita tak berhenti di ruangan ini. Setelah kegiatan ini selesai, tanggung jawab moral kita adalah mengimbaskan ilmu kepada rekan-rekan sejawat. Kami apresiasi inisiasi dari Mafindo Jayapura yang melaksanakan kegiatan pelatihan bagi guru yang berarti membantu tugas dan fungsi dari pemerintah,” jelas Yoppi.

Tentang Mafindo dan AI Goes To School
Mafindo adalah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk memerangi misinformasi dan hoaks. Berdiri pada tahun 2016, Mafindo memiliki lebih dari 95.000 anggota online dan 1.000 sukarelawan, serta lebih dari 44 wilayah di berbagai penjuru Indonesia, termasuk Mafindo Jayapura.
Selain program anti-hoaks, Mafindo juga aktif dalam inisiatif pendidikan dan literasi digital, termasuk program AI Goes To School, untuk menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dan tangguh terhadap tantangan era digital.
Menurut Nahria, Mafindo sebagai salah satu organisasi nirlaba yang berjuang melawan hoaks, misinformasi, dan disinformasi serta berkomitmen meningkatkan kemampuan literasi digital masyarakat.
Nahria menguraikan berbagai kontribusi nyata Mafindo Jayapura sejak dideklarasikannya tiga tahun lalu. Misalnya program Tular Nalar Kebangsaan, Akademi Digital Lansia (ADL), AI Goes to School yang telah dilaksanakan 3 kali di Kota Jayapura, AI Ready Asean, dan sejumlah kegiatan kolaboratif dengan berbagai pihak.

“Guru harus adaptif dengan perkembangan teknologi dan mesti lebih kreatif dalam pembelajaran. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan berbagai tools AI seperti Napkin AI dan tools-tools lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan kepada guru agar mampu memanfaatkan AI untuk pembelajaran kreatif dan membantu penyelesaian tugas-tugas sebagai pendidik.
AI Goes To School adalah program pelatihan yang bertujuan untuk mendampingi 10.000 guru di 40 kota selama 18 bulan. Program ini dirancang untuk membantu guru memahami dan mengintegrasikan KA ke dalam pembelajaran sehari-hari, sehingga mereka dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih inovatif dan relevan bagi siswa.
Program ini didukung oleh mitra strategis seperti Google.org, AVPN, dan Asian Development Bank (ADB), serta melibatkan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keberhasilan implementasi di seluruh wilayah Indonesia. ***(Siaran Pers)













