Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PUBLIK · 24 Sep 2026 18:45 WIT

Kelas Kecerdasan Artifisial, Guru Paham AI dan Cegah Kejahatan Digital


					Salah satu Asisten Trainer Mafindo Jayapura, Ruth Elisabeth Sinay melakukan pendampingan kepada peserta Pelatihan Kelas Kecerdasan Artifisial-AIGTS dalam implementasi Modul Versi 2.0 Mafindo Jayapura. (KabarPapua.co/Cunding Levi) Perbesar

Salah satu Asisten Trainer Mafindo Jayapura, Ruth Elisabeth Sinay melakukan pendampingan kepada peserta Pelatihan Kelas Kecerdasan Artifisial-AIGTS dalam implementasi Modul Versi 2.0 Mafindo Jayapura. (KabarPapua.co/Cunding Levi)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura — Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang sangat pesat, kini menjadi tantangan tersendiri dalam dunia pendidikan.

Hal itu diungkapkan Mauizhoh Sahar Rumaf, Guru SMP Negeri 10 Kota Jayapura, salah satu peserta pelatihan Kelas Kecerdasan Artifisial-AI Goes To School (AIGTS), yang digelar Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) Jayapura, di Kota Jayapura, Papua, Kamis, 24 September 2026.

Menurut Mauizhoh, pelatihan mengenai AI yang digelar Mafindo Jayapura bertema Kelas Kecerdasan Artifisial-AIGTS ini sangat penting dan wajib diikuti para guru di era digital seperti saat ini.

Sebab Mauizhoh menilai, kecenderungan siswa sekolah saat ini untuk menggunakan AI dalam kegiatan belajar sehari-hari sudah sangat tinggi.

“Bahkan, kemampuan berpikir mandiri mereka sering kali ‘kalah’ oleh keinginan untuk mencari cara serba instan lewat AI,” terangnya.

Mauizhoh Sahar Rumaf, Guru SMP Negeri 10 Kota Jayapura, salah satu peserta pelatihan Kelas Kecerdasan Artifisial-AIGTS, yang digelar Mafindo Jayapura. (KabarPapua.co/Cunding Levi)

Melalui pembekalan pelatihan ini, kata Mauizhoh, para guru diharapkan mampu membimbing dan mengarahkan siswa agar dapat memanfaatkan teknologi secara bijak.

“AI seharusnya difungsikan sebagai alat penunjang atau pembantu proses belajar, bukan alat untuk menyelesaikan tugas secara total tanpa ada proses berpikir dari siswa itu sendiri,” terang Mauizhoh.

Apalagi menurut salah satu trainer Mafindo Jayapura, Izzatul Laili, dalam perbandingan berbagai aspek, misalnya mengenai cara belajar, ada perbedaan antara kecerdasan manusia dengan kecerdasan artifisial.

“Kecerdasan manusia biasanya kontekstual dan reflektif, sehingga kemampuan moralnya mampu menilai benar-salah. Sedangkan kecerdasan artifisial, biasanya dari data dan contoh, sehingga kemampuan moralnya tidak memiliki nilai,” jelas Izzatul dalam meterinya Kecerdasan Artifisial.

Salah satu Trainer Mafindo Jayapura, Paramitha Fajarin Nova melakukan pendampingan kepada peserta Pelatihan Kelas Kecerdasan Artifisial-AIGTS dalam implementasi Modul Versi 2.0 Mafindo Jayapura. (KabarPapua.co/Cunding Levi)

Cegah Potensi Kejahatan Digital

Selain masalah akademis, Mauizhoh juga menyoroti potensi penyalahgunaan teknologi AI yang dapat memicu kejahatan siber. Menurutnya, salah satu ancaman yang paling nyata adalah rekayasa foto digital.

“Saat ini, kata Mauizhoh, foto seseorang bisa dengan mudah diedit menggunakan AI hingga terlihat sangat realistis. Bagi masyarakat awam, hasil rekayasa ini sulit dibedakan dengan yang asli.

“Hal ini berpotensi menjadi fitnah, baik antarsiswa maupun dengan pihak lain, yang berujung pada kejahatan di media sosial,” jelasnya.

Mauizhoh berharap, pemahaman yang baik dari para guru dapat menjadi benteng awal untuk mencegah dampak negatif serta penyalahgunaan AI, minimal dimulai dari lingkungan sekolah masing-masing.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Yoppi Yoram Hanuebi mengajak para peserta merefleksikan kembali peristiwa yang menghebohkan masyarakat dengan beredarnya video viral yang melibatkan salah satu sekolah di Kota Jayapura.

Suasana pembukaan Pelatihan Kelas Kecerdasan Artifisial-AIGTS, yang digelar Mafindo Jayapura. (KabarPapua.co/Cunding Levi)

“Peristiwa tersebut menjadi cermin nyata betapa pesatnya kemajuan teknologi digital saat ini sekaligus menunjukkan dampak destruktifnya bila tidak diimbangi dengan literasi dan kedewasaan,” papar Yoppi.

Menurut Yoppi, melalui penguasaan teknologi informasi (IT) yang sehat dan terarah, dapat memangkas kesenjangan yang terjadi.“Guru dapat merancang pembelajaran inklusif, memfasilitasi anak yang kurang mampu atau berlebih, agar sama-sama melek digital secara bertanggung jawab,” jelasnya.

Yoppi juga mengatakan, pelatihan Kelas Kecerdasan Artifisial-AIGTS yang diselenggarakan Mafindo Jayapura ini bertujuan agar para pendidik dapat memanfaatkan teknologi AI secara bijak di sekolah.

“Selain mendukung proses pembelajaran, kemampuan digital ini diharapkan dapat membantu mencegah hal-hal negatif di dunia maya, seperti penggunaan konten multimedia yang tak senonoh, maupun pencegahan tindak kekerasan,” paparnya.

Untuk itu, Yoppi mengapresiasi pelatihan pemanfaatan AI bagi para tenaga pengajar atau guru yang digelar Mafido Jayapura, yakni Kelas Kecerdasan Artifisial-AIGTS kali ini.

Suasana Pelatihan Kelas Kecerdasan Artifisial-AIGTS, yang digelar Mafindo Jayapura di Kota Jayapura, Papua. (KabarPapua.co/Cunding Levi)

Tingkatkan Literasi Digital Para Guru

Menurut Yoppi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura menyambut baik dilaksanakannya pelatihan Kelas Kecerdasan Artifisial-AIGTS dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI bagi para tenaga pendidik di Kota Jayapura.

“Kegiatan pelatihan diselenggarakan Mafindo Jayapura ini, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kecerdasan digital para guru di lingkungan satuan pendidikan Kota Jayapura,” terangnya.

Yoppi juga mengatakan, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura menyampaikan terima kasih atas inisiatif dan kontribusi Mafindo Jayapura.

“Para guru diharapkan dapat mengikuti kegiatan ini dengan maksimal dan menerapkan ilmu yang didapat di sekolah masing-masing,” terangnya.

Ketua DPW Mafindo Jayapura Nahria dan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Yoppi Yoram Hanuebi berfoto bersama para trainer dan asisten trainer Mafindo Jayapura. (KabarPapua.co/Cunding Levi)

Ke depannya, kata Yoppi, Pemerintah Kota Jayapura berkomitmen untuk terus mendukung serta menggelar program serupa, guna menjangkau seluruh guru di Kota Jayapura.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Mafindo Jayapura, Nahria mengatakan, pelatihan Kelas Kecerdasan Artifisial-AIGTS yang digelar Mafindo Jayapura ini adalah sebuah program unggulan Mafindo yang bertujuan mendampingi 10.000 guru di 40 kota selama 18 bulan.

Melalui pelatihan ini, kata Nahria, para guru diajak memahami teknologi Kecerdasan Artifisial (KA), etika dalam pemanfaatan KA, manajemen prompt, pemanfaatan KA untuk pembelajaran kreatif, pemanfaatan KA untuk pengelolaan kelas, serta pemanfaatan KA untuk peningkatan kinerja dan administrasi.

“Selain itu, program ini juga menyediakan akses ke platform Learning Management System (LMS) yang memungkinkan guru mengakses materi pelatihan secara fleksibel dan berkelanjutan,” jelas Nahria.

Pelatihan Kelas Kecerdasan Artifisial-AIGTS yang didukung Google.org, Asian Venture Philanthropy Network (AVPN), dan Asian Development Bank (ADB) dilaksanakan Mafindo Jayapura saat ini, menghadirkan 100 orang guru dari berbagai tingkatan, mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, dan SMA/SMK di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom. ***(Syamsuddin Levi)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Dorong Nilai Tambah Produk Lokal, Tim Ekspedisi Muting UGM Gelar Pelatihan Hilirisasi Pertanian

24 September 2026 - 13:06 WIT

RSUP Jayapura dan RSJPD Harapan Kita Perkuat Tata Kelola Tujuh RSUD Papua Pegunungan

22 September 2026 - 09:36 WIT

Mengintip Sepotong Surga, Laporan Ekspedisi Puncak Trikora Juvensius Resmi Dirilis

1 September 2026 - 19:02 WIT

Mulai dari Rp10 Ribu, Tunggakan BPJS Kesehatan Bisa Dicicil Harian

31 August 2026 - 14:14 WIT

Komunitas Ojol Jayapura-Sentani Galang Dana untuk Korban Gempa NTT

29 August 2026 - 16:43 WIT

Resmi Dilantik, Inilah Misi Besar Pengurus Yayasan Jantung Indonesia Kota Jayapura

29 August 2026 - 09:18 WIT

Trending di PUBLIK