Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA TENGAH · 9 Mar 2026 23:44 WIT

Sekda Papua Tengah: “Sebagai DOB, Kompetensi ASN Masih Terbatas dan Harus Dikembangkan”


					Sekretaris Daerah (Sekda) Silwanus Soemoele. (Foto dok: papuatengahprov.go.id) Perbesar

Sekretaris Daerah (Sekda) Silwanus Soemoele. (Foto dok: papuatengahprov.go.id)

KABARPAPUA.CO, Nabire — Sekretaris Daerah (Sekda) Silwanus Soemoele menegaskan, Provinsi Papua Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley berkomitmen terus meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) demi tercapainya pelayanan publik yang lebih berkualitas.

“Sebagai DOB yang baru dibentuk 2022, Papua Tengah menghadapi berbagai tantangan dalam membangun sistem pemerintahan yang kuat, efektif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, pengembangan kompetensi ASN adalah salah satu kuncinya,” ujar Silwanus dalam sambutannya pada Rakor Pengembangan Kompetensi ASN di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Kabupaten Nabire, Senin, 9 Maret 2026.

Menurut Silwanus, kondisi geografis Papua Tengah yang sangat luas serta masih adanya daerah yang sulit dijangkau menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan pelayanan publik.

Wilayah Papua Tengah memiliki luas sekitar tujuh juta kilometer persegi dengan kepadatan penduduk relatif rendah, yakni sekitar 26 orang per kilometer persegi. Bahkan sejumlah wilayah seperti Kabupaten Puncak, Puncak Jaya dan Intan Jaya hanya dapat dijangkau menggunakan transportasi udara. “Karena itu, peran ASN menjadi sangat strategis sebagai penggerak utama pembangunan daerah,” tuturnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia aparatur, termasuk melalui perencanaan dan penganggaran kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat).

“Dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga berencana melakukan pemetaan kebutuhan sumber daya manusia, khususnya pada jabatan-jabatan fungsional di lingkungan pemerintah provinsi. Kami sangat membutuhkan dukungan dari kementerian dan lembaga terkait dalam memperkuat kapasitas aparatur kami,” kata Silwanus.

Mantan Penjabat Sekda Pegunungan Bintang ini menjelaskan, seluruh upaya tersebut sejalan dengan visi pembangunan Provinsi Papua Tengah, yakni mewujudkan Papua Tengah yang adil, sejahtera, bermartabat, harmonis, maju, dan berkelanjutan.

Menurutnya, visi tersebut hanya dapat terwujud apabila didukung oleh aparatur yang profesional, berintegritas, serta mampu bekerja secara inovatif dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah.

“Visi ini hanya dapat terwujud apabila didukung oleh aparatur yang profesional, berintegritas, dan mampu bekerja secara inovatif dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah,” tegasnya.

Ia berharap melalui rapat koordinasi tersebut dapat lahir berbagai rekomendasi serta langkah konkret dalam membangun sistem pengembangan kompetensi ASN, khususnya bagi pemerintah daerah di wilayah Tanah Papua.

“Semoga forum ini dapat menjadi ruang diskusi dan kolaborasi untuk memperkuat kapasitas aparatur, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mempercepat pembangunan di Tanah Papua. Kami menyampaikan terima kasih kepada BKPSDM Provinsi Papua yang telah membantu dan mendukung kegiatan hari ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Papua Emanuel Korey mengatakan, tujuan Rakor Bangkom ASN adalah untuk menyamakan persepsi dalam peningkatan kompetensi aparatur melalui jenis pelatihan, mensinkronkan kegiatan pelatihan antar unit pengelola pelatihan, sosialisasi kebijakan pelatihan aparatur dan membahas serta merumuskan berbagai permasalahan dan solusi pemecahan di bidang pelatihan.

“Semoga forum ini menjadi momen tepat kita sama-sama menyamakan persepsi mengenai teknis pelaksanaan pelatihan, penyamaan persepsi mengenai teknis penyiapan sarana dan prasaran pelatihan, dan penyamaan persepsi mengenai teknis penyiapan pembiayaan pelatihan,” tuturnya. ***(papuatengahprov.go.id)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Aksi Memukau Dua Siswa Mepa Boarding School Sukses Guncang Panggung Dies Natalis Ke-1

30 September 2026 - 16:18 WIT

Dies Natalis Ke-1, Mepa Boarding School Harus Dapat Membangun Fondasi Pendidikan yang Kuat

30 September 2026 - 12:06 WIT

Tas Noken Warnai Pembukaan Acara Rakor yang Digelar Bapperida Papua Tengah

29 September 2026 - 13:13 WIT

Bapperida Papua Tengah Gelar Rakor Percepatan Penurunan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

29 September 2026 - 12:21 WIT

Sentuhan Gubernur Meki Nawipa di Puncak: Perkuat Kesehatan hingga Kesejahteraan Tukang Ojek

27 September 2026 - 22:04 WIT

Laptop dari Gubernur Meki Nawipa Nyalakan Harapan Pelajar Puncak

26 September 2026 - 21:18 WIT

Trending di KABAR PAPUA TENGAH