KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Jumat, 25 September 2026 menjadi hari yang tak akan terlupakan bagi satu keluarga. Lima orang warga yang sebelumnya berada di lingkaran kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang berada di perbatasan Papua- Papua Nugini melangkah mantap meninggalkan rasa cemas dan ketakutan. Mereka memilih melangkah ke pelukan hangat Ibu Pertiwi, menyatakan secara penuh untuk kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kembalinya kelima warga ini bukan lahir dari benturan benteng pertahanan atau letusan peluru, melainkan dari sebuah benih kebaikan yang dirawat dengan kesabaran. Cerita ini sebenarnya bermula bertahun-tahun lalu, tepatnya pada 2019. Saat itu, seorang tokoh OPM berinisial LK membuat keputusan berani untuk kembali ke masyarakat.
Kodam XVII/Cenderawasih mewakili Negara menyambut kepulangan LK dengan uluran tangan nyata. LK didampingi dan dibantu membangun usaha peternakan. Hari demi hari, usaha itu tidak hanya memberi makan keluarga, tetapi juga menumbuhkan kembali martabat, kemandirian, dan senyum yang sempat hilang.
Kisah perubahan hidup LK ternyata menjadi lentera kecil yang memancarkan harapan bagi anggota keluarganya yang lain di seberang perbatasan. Mereka melihat sendiri bagaimana kehadiran aparat TNI di lapangan bukan untuk menakuti, melainkan untuk merangkul dan membantu warga berkebun serta menata masa depan. Pengalaman nyata itu meluluhkan keraguan yang selama ini bertengger di hati.
Puncaknya terjadi ketika kelima anggota keluarga LK melangkah keluar dari bayang-bayang masa lalu. Diterima dengan penuh rasa kekeluargaan oleh Danrem 172/PWY Brigjen TNI Robby Suryadi. Dalam pertemuan itu, kelima orang menyerahkan 3 pucuk senjata api, terdiri dari satu unit FN, satu revolver, dan satu senjata rakitan lengkap dengan amunisi serta magasinnya.
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Febriel Buyung Sikumbang mengungkapkan rasa syukur dan harapannya yang mendalam atas peristiwa humanis ini.
“Harapan saya, mereka yang baru kembali dapat menjadi jembatan damai untuk mengajak saudara-saudara kita yang masih berada di dalam hutan untuk kembali berbaur, berkebun, dan membangun masa depan bersama tanpa rasa cemas,” tutur Pangdam, saat keterangan pers, Minggu 27 September 2026.
Senada dengan hal tersebut, Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto menekankan pendekatan teritorial yang menyentuh sisi kemanusiaan inilah yang menjadi kunci utama. Kehadiran negara di tengah masyarakat diarahkan untuk memberi ruang tumbuh dan masa depan yang lebih terang.
Kini, senjata-senjata telah diletakkan, berganti dengan pacul, tanah pertanian, dan harapan baru. Di bawah langit Tanah Papua, sebuah babak baru telah dimulai dengan pelukan hangat sebuah keluarga besar yang akhirnya kembali utuh. *** (Katharina/Rls)













