Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 3 Jul 2024 19:05 WIT

Bentrok Suku di Nduga Renggut 3 Nyawa, Satu Orang Pendeta


					TNI-Polri mengevakuasi seorang warga korban bentrok suku di Kota Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Selasa 2 Juli 2024. (Humas Polda Papua) Perbesar

TNI-Polri mengevakuasi seorang warga korban bentrok suku di Kota Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Selasa 2 Juli 2024. (Humas Polda Papua)

KABARPAPUA.CO, Kenyam – Bentrokan antar suku pecah di Kota Kenyam, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan. Tiga orang meninggal dunia dalam bentrokan tersebut, seorang diantaranya merupakan pendeta.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo dalam keterangannya, Rabu 3 Juli 2024 membenarkan bentrokan tersebut. Bentrokan terjadi Selasa 2 Juli sekitar pukul 11.45 WIT.

Kedua kelompok tersebut melakukan aksi saling serang di depan rumah Sekda Kabupaten Nduga. Tidak berselang lama terdapat 2 orang masyarakat pendatang dievakuasi setelah mendapatkan penyerangan dari kubu yang sedang bertikai.

TNI-Polri siaga mengantisipasi bentrok susulan korban bentrok suku di Kota Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Selasa 2 Juli 2024. (Humas Polda Papua)

Kedua korban yakni Marianus Gery (63) selaku pendeta sebuah gereja. Marianus meninggal dunia dengan mengalami luka bacok  pada leher dan jari putus.

Sementara Abraham Runga (51) yang mengalami luka bacok di kepala juga dalam kondisi meninggal dunia saat dirawat di RSUD Nduga.

“Aparat gabungan TNI-Polri langsung membawanya ke RSUD Kenyam guna penanganan medis lebih lanjut,” terang Benny.

TNI-Polri siaga mengantisipasi bentrok susulan korban bentrok suku di Kota Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Selasa 2 Juli 2024. (Humas Polda Papua)

Dalam penelusuran di lokasi, aparat menemukan seorang warga dalam keadaan meninggal dunia. Hanya saja, pihak kepolisian belum mengetahui identitas dan penyebabnya kematian warga tersebut.

Kapolres Nduga, AKBP V.J Parapaga, mengatakan personel menyita beberapa peralatan, seperti alat perang busur dan panah dari kedua kelompok.

“Saat ini sejumlah personel disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi kembali bentrokan dari kedua kelompok masyarakat tersebut,” katanya. *** (Achmad Syaiful)

Artikel ini telah dibaca 158 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

BMKG: Kebakaran Hutan di Mappi Butuh Perhatian Khusus

22 October 2026 - 09:50 WIT

Kasus PHK Alfamidi Sentani Berakhir Damai, Pekerja Terima Rp8,8 Juta

21 October 2026 - 10:19 WIT

Damianus Samin: Rasa Aman adalah Kunci Masa Depan Papua

18 October 2026 - 21:21 WIT

Satgas Damai Cartenz Bongkar Transaksi Gelap Amunisi KKB Intan Jaya

18 October 2026 - 21:08 WIT

Kapolda Papua Tengah: Polres Nabire dan Mimika Diusulkan Naik Status Menjadi Polresta

15 October 2026 - 17:14 WIT

Inilah Bentuk Kepedulian Kapolsek Makimi untuk Generasi Muda

15 October 2026 - 07:51 WIT

Trending di PERISTIWA