KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Di atas kanvas digital maupun lembaran media, Jeane Marien menghidupkan kembali kisah-kisah dari tanah Papua dengan cara yang tidak biasa. Jika karya-karya visual tentang Papua kerap lekat dengan palet warna dasar yang monoton,namun Jeane memilih jalan yang berbeda.
Ilustrator Papua ini menyuntikkan semangat muda ke dalam setiap karyanya melalui pilihan warna alam yang terang dan ceria. Tujuannya sederhana namun bermakna, agar generasi muda dapat terpikat, mencintai, dan merasa dekat dengan karya seni serta akar budayanya sendiri.
Bagi Jeane, fokus utamanya tidak hanya berhenti pada lanskap atau keindahan alam, melainkan menceritakan denyut kehidupan perempuan Papua. Melalui goresannya, ia mengangkat kisah tentang perempuan di tanah Papua yang menyimpan peran sangat besar dalam kehidupan, meski seringkali para perempuan berada di balik layar.

Ilustrator anak asli Papua, Jeane Marien saat pameran di Musem Loka Budaya Uncen. Foto: Katharina/Kabarpapua.co
“Cerita tentang ketegaran, kelembutan, dan ketulusan perempuan Papua memiliki daya tarik tersendiri yang begitu kaya dan inspiratif untuk disampaikan kepada dunia,” kata Jeane bangga, saat ditemui belum lama ini, saat memamerkan hasil karyanya di Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih (Uncen).
Dengan memanfaatkan fleksibilitas era digital, mulai dari seni grafis, poster, hingga diaplikasikan ke dalam bentuk tote bag dan kaos, Jeane terus merajut pesan-pesan kebudayaan dan promosi tanah Papua.

Ilustrator anak asli Papua, Jeane Marien saat pameran di Musem Loka Budaya Uncen. Foto: Katharina/Kabarpapua.co
Di balik setiap karya yang terkadang bisa diselesaikannya dalam sehari penuh saat inspirasi mengalir, tersimpan sebuah ketulusan mendalam, agar peran mulia perempuan Papua dapat terus bersinar terang dalam balutan warna-warna kehidupan.
Tak hanya sebagai ilustrator, Jeane juga pernah menyutradarai film Jam’u yang merupakan film animasi 2D sebagai film animasi perdananya. *** (Katharina)








