KABARPAPUA.CO, Serui – Ketiadaan Kapal Pelni yang melayani wilayah Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, berdampak pada pasokan sejumlah kebutuhan pokok, salah satunya telur ayam. Kondisi itu turut mendorong kenaikan harga telur di Pasar Aroro Iroro Serui.
“Harga telur ayam saat ini mencapai sekitar Rp90 ribu per rak. Sedangkan harga eceran berada di kisaran Rp3.000 per butir,” kata Febri, salah satu pedagang di Pasar Aroro Iroro, Serui, Selasa, 29 September 2026.
Febri juga mengatakan, terbatasnya pasokan telur ke Serui dipengaruhi tidak adanya Kapal Pelni yang melayani wilayah tersebut. “Ini sangat berdampak terhadap ketersediaan bahan pokok (bapok), seperti telur ayam yang saat ini mulai sulit ditemukan di pasar,” katanya.
Menurut Febri, telur ayam yang saat ini dijualnya, didatangkan dari Jayapura. Ia mengaku mendapatkan pasokan sebagai pedagang tangan kedua untuk kemudian dijual kembali kepada masyarakat.
Febri mengatakan, keterbatasan pasokan telur ayam telah berlangsung sekitar satu hingga dua minggu. Stok yang sebelumnya didatangkan dari Surabaya dan Makassar kini telah habis, sehingga pedagang harus mencari sumber pasokan dari Jayapura.
“Kami berharap distribusi dan pasokan bapok, khususnya telur ayam, dapat kembali normal. Dengan demikian, ketersediaan barang di pasar terjaga dan harga dapat lebih terjangkau bagi masyarakat,” katanya. ***(Ainun Faathirjal)








