Menu

Mode Gelap

PERISTIWA · 12 Mei 2018 ·

Sulitnya Negosiasi Buka Palang Bandara Oksibil


					Bandara Oksibil dipalang warga dengan cara massa sengaja berkumpul di landasan bandara. (istimewa) Perbesar

Bandara Oksibil dipalang warga dengan cara massa sengaja berkumpul di landasan bandara. (istimewa)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura- Kepolisian Pegunungan Bintang terus bernegosiasi kepada ribuan orang yang memalang bandara setempat sejak pagi tadi, Sabtu 12 Mei 2018. Negosiasi ini pun tak hanya dilakukan oleh kepolisian, tapi melibatkan pengawalan TNI dan tokoh masyarakat.

Ada dugaan, massa kecewa dengan kinerja Bupati Pegunungan Bintang, Costan Oktemka. Beberapa kali bandara yang sempat dipalang, bisa dibuka atas negosiasi bersama itu. Tapi, tak lama berselang, bandara kembali dipalang oleh massa.

“Massa mendesak bupati dihadirkan di Oksibil untuk menyelesasikan permasalahan yang terjadi. Mobilisasi massa cukup banyak, tapi situasi Oksibil tetap kondusif, tidak ada tindakan kriminal yang terjadi,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol A.M Kamal, Sabtu 12 Mei 2018.

Kamal mengakui beberapa hari sebelumnya, massa sengaja sudah berkumpul dan berkelompok, minta pertanggung jawaban bupati setempat. Ia berharap masyarakat dapat menahan diri, hingga bupati dapat menemui masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan.

Baca Juga >  Kabupaten Ini Satu-satunya di Papua yang Sudah Sepakati Dana Hibah Pilkada 2024

“Keberadaan bupati ke Pegubin sangat dibutuhkan. Itu salah satu upaya untuk menyelesaikan masalah,” paparnya.

Ribuan massa yang berkumpul di landasan Bandara Oksibil. (istimewa)

Terlebih keberadaan bandara, seharusnya dapat dijaga keamanannya bersama. Jika bandara sengaja ditutup, maka akan merugikan banyak pihak. Apalagi bandara adalah obyek vital yang harus diamankan bersama. “Jika bandara terganggu, otomatis mobilisasi logistik terganggu,” ujar Kamal.

Dalam kesempatan ini, kepolisian setempat sudah berkoordinasi dengan koordinator massa yang sepakat untuk tidak merusak fasilitas umum, hanya saja mendesak agar tuntutan dapat diwujudkan.

Baca Juga >  8 Rumah Warga Kampung Warari Yapen Ludes Terbakar

Informasi yang didapat KabarPapua.co, massayang berkumpul datang dari 277 kampung yang tersebar di 34 distrik yang ada di Kabupaten Pegunungan Bintang. Dalam aksinya warga membawa panah dan parang menuntut Bupati Oktemka turun dari jabatannya. Masyarakat bahkan meminta Presiden Joko Widodo ke Oksibil untuk menyelesaikan permasalahan.

Dalam aksi tersebut, ribuan massa bergerak kedalam ibukota Oksibil dan berkumpul di posko perjuaangan yang berada di tengah kota. Setelah berkumpul massa menyerahkan hasil kebun dan dana secara sukarela untuk digunakan dalam perjuangan menurunkan bupati dan mendatangkan Presiden Jokowi ke Oksibil serta Mendagri dan KPK.

Massa kemudian bergerak ke landasan Bandara Oksibil dan sengaja duduk dan berhamburan di landasan bandara, sambil melakukan orasi dari perwakilan wilayah .***(Liza Indriyani)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Akhirnya, Speed Boat Bermuatan Sayuran yang Hilang dalam Perjalanan ke Asmat Ditemukan  

29 September 2023 - 08:54

Polisi Tangkap 4 Pelajar di Jayapura Atas Dugaan Pembobolan Rumah

28 September 2023 - 22:56

3 Bangunan di Jayapura Terbakar, Saksi Lihat Api dari Kabel Korsleting Sambar Bensin

28 September 2023 - 22:26

214 Personel Terjaring Razia Propam Polda Papua, Pelanggaran Terbanyak Soal Ini

27 September 2023 - 22:50

Polisi Ciduk Belasan Warga saat Razia Judi Togel di Wamena

27 September 2023 - 17:41

Sopir Avanza Mabuk Seruduk Angkot Rombongan Pelajar di Timika

27 September 2023 - 13:55

Trending di PERISTIWA