Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA TENGAH · 2 Jul 2024 17:43 WIT

PLN Hadirkan Listrik Bersih di Pulau Moora Kama Nabire


					Penjabat Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk foto bersama usai meresmikan desa berlistrik di Distrik Pulau Moora, Kabupaten Nabire, Sabtu 22 Juni 2024. (PLN) Perbesar

Penjabat Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk foto bersama usai meresmikan desa berlistrik di Distrik Pulau Moora, Kabupaten Nabire, Sabtu 22 Juni 2024. (PLN)

KABARPAPUA.CONabire – Pembangunan listrik pada daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) terus diupayakan pemerintah dan PLN melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) demi mewujudkan energi berkeadilan hingga pelosok nusantara.

Menggunakan energi hijau, PLN berhasil menghadirkan sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 50 kilowatt peak (kWp). PLTS ini melistriki masyarakat Kampung Moor dan Kampung Kama, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Kampung Moor dan Kama dapat ditempuh dengan perjalanan darat selama 1,5 jam dari Ibu Kota Nabire menuju Pelabuhan Samabusa. Kemudian dilanjutkan 2 jam perjalanan menggunakan speedboat.

Kedua kampung ini selama bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan dan kegelapan tanpa adanya listrik. Kini, sebanyak 113 pelanggan sudah merasakan layanan kelistrikan PLN dengan mudah tanpa harus kesulitan untuk membeli BBM hingga ke Kabupaten Nabire.

Seorang warga Kampung Moora, Morare menceritakan bahwa selama ini hidup masyarakat dalam gelap. Genset yang tersedia di kampung mereka, jumlahnya terbatas dan tidak dimiliki oleh seluruh warga.

“Kalau kami butuh terang, kami beli minyak (bahan bakar) 10 liter untuk nyalakan genset untuk 3 hari dan harus beli di Nabire, menyebrang. Tapi di hari ini mama minta terima kasih kepada pemerintah dan PLN yang meresmikan listrik dan malam ini rumah dari mama bahkan seluruh masyarakat di dua kampung ini bisa terang,” ujarnya.

Senada juga disampaikan Kepala Kampung Kama, Yonathan Wayar.  Ia merasa senang dan bangga akan hadirnya listrik yang sudah lama dinantikan.

Yonathan menyebut keinginan mempunyai penerangan yang layak sudah lama diidam-idamkan dan berhasil diwujudkan oleh Pemerintah dan PLN. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang peduli dengan kondisi masyarakat kampung.

“Terima kasih kepada pemerintah yang telah melihat kami di daerah ini dan terima kasih kepada petugas PLN karena sudah berusaha dengan sekuat tenaga menghadirkan listrik dan infrastrukturnya walaupun medannya sulit, kami merasa terharu bisa diperhatikan. Kami berharap kedepannya bisa lebih baik lagi layanannya,” ucap Yonathan.

Wujudkan Program Papua Tengah Terang

Pulau Moora Kama, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. (PLN)

Penjabat (Pj) Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk, menjelaskan bahwa salah satu program unggulannya adalah ingin membangun Papua Tengah Terang. Ia berkomitmen untuk mewujudkan pemerataan listrik sampai wilayah 3T.

Program ini sejalan dengan program pemerintah pusat yang ingin mencapai 100 persen rasio elektrifikasi. Sebab listrik merupakan kebutuhan primer, jantung perekonomian bagi masyarakat.

“Untuk bisa menuntaskan mandat ini bukanlah suatu hal yang mudah. Jarak, cuaca, dan topografi ekstrim menjadi tantangan, tapi tidak membuat pemerintah berhenti dalam memberikan akses listrik kepada seluruh masyarakat Papua Tengah. Terima kasih PLN telah bersama-sama mewujudkan hal tersebut,” ungkap Ribka Haluk.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Budiono, menyampaikan pemanfaatan energi surya menjadi salah satu upaya PLN dalam mewujudkan transisi energi.

Pemanfaatan potensi di daerah setempat juga menjadi solusi dalam menghadapi tantangan geografis yang menantang.  Selain PLTS, PLN juga membangun Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 1,78 kilometer sirkuit (kms). Jaringan ini mampu mendistribusikan listrik kepada para pelanggan.

Budiono berharap dengan suplai listrik yang cukup dapat menunjang dan meningkatkan berbagai aspek kehidupan baik pendidikan dan ekonomi. Demikian pula pertumbuhan bisnis dan industri daerah untuk jangka panjang.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Puncak Jaya Sudah Kondusif, Ribka Haluk Minta Setop Sebar Hoaks

19 July 2024 - 21:47 WIT

Pj Gubernur Papua Tengah Kirim Tim ke Puncak Jaya untuk Fasilitasi Perdamaian

19 July 2024 - 21:32 WIT

36.308 Petugas Pemilu di Papua Tengah Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

18 July 2024 - 20:47 WIT

Sekolah Perintis di Nabire Terbakar, Ribka Haluk Janji Bantu Bangun Gedung Baru

18 July 2024 - 19:33 WIT

Lantik 392 Pejabat Eselon II, III dan IV, Ribka Haluk Ingatkan Soal Loyalitas

17 July 2024 - 21:57 WIT

Diresmikan Ribka Haluk, Gedung VIP Bandara Nabire Megah dan Anti Peluru

17 July 2024 - 20:56 WIT

Trending di KABAR PAPUA TENGAH