Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 16 Nov 2023 07:10 WIT

Penjualan Telur Lokal di Papua Melemah Imbas Pasokan dari Luar Daerah


					Pertemuan Asosiasi Peternak Ayam Petelur se-Tanah Tabi dan DPRD Papua, 16 November 2023. (KabarPapua.co/Imelda) Perbesar

Pertemuan Asosiasi Peternak Ayam Petelur se-Tanah Tabi dan DPRD Papua, 16 November 2023. (KabarPapua.co/Imelda)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Penjualan telur produksi lokal di Papua melemah imbas melimpahnya pasokan telur dari luar daerah. Kondisi ini mengancam kelangsungan UMKM lokal.

Menyingkapi kondisi ini, Asosiasi Peternak Ayam Petelur se-Tanah Tabi kembali melakukan pertemuan bersama pemerintah provinsi dan DPR Papua. Pertemuan ini membahas banyaknya pemasok telur dari luar Papua.

Dalam pertemuan bersama Ketua DPR Papua, Jhoni Banua Rouw, telah menyepakati kebijakan pengendalian dan fungsi volume terhadap distributor pemasok telur luar daerah.

Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Papua, Herman Bleskadit menyatakan mendukung langkah DPR Papua.

“Keluhan dari Asosiasi Peternak Ayam Petelur sudah ditindak lanjuti dengan DPR Papua. Pemerintah provinsi tetap mendukung  asosiasi, karena semua UMKM lokal ini ada di bawah asosiasi, sehingga telur lokal ini bisa dijual pada beberapa kota di Tanah Tabi,” katanya, Kamis 16 November 2023.

Berdasarkan data Asosiasi Peternak Ayam Petelur, pemerintah telah swasembada untuk telur lokal. Oleh sebab itu, Dinas Perindagkop Papua menyepakati kebijakan pengendalian dalam pertemuan bersama DPR Papua.

“Kita utamakan itu petani lokal yang ada di tanah Tabi. Ini yang kami upayakan Minggu depan Senin 20 November kami akan menggelar rapat lagi untuk finalisasi. Kita akan undang semua, kita sepakat harga, mulai dari petani sampai distributor untuk kemudian lakukan pengendalian,” ungkapnya.

Pihaknya juga akan melakukan pertemuan bersama Pelindo dan Karantina untuk koordinasi terkait dengan data masuk dan keluar barang dari luar Papua.

“Kita takuti pada barang campuran dalam kontainer, ada telur juga ikut masuk. Mungkin kita akan antisipasi itu dan berharap pengusaha menaati aturan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi  Peternak Ayam Petelur se-tanah Tabi, Anike Fonataba sudah menjamin kebutuhan dengan produksi stok telur sudah seimbang.

Ia pun meminta pemerintah membatasi dan mengendalikan telur dari luar Papua. Hal ini bertujuan agar produksi telur lokal bisa tumbuh dan terserap di pasaran.

“Kita harap para distributor agar bekerja sama, masing-masing duduk pada posisi yang sama. Kita yang menghasilkan, mereka yang menjual supaya jangan mereka ambil dari luar,” ujarnya.

Anike meyakini memberdayakan produk lokal adalah salah satu cara untuk membantu para UMKM.  Selain itu juga membantu lapangan pekerjaan, membantu peningkatan masyarakat serta membantu meningkatkan pendapatan daerah. *** (Imelda)

Artikel ini telah dibaca 83 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Wujudkan Kemerdekaan Energi, PLN Resmikan Aliran Listrik 24 Jam di Kampung Sum Fakfak

30 July 2026 - 20:30 WIT

CIMB Niaga Hadirkan Pengalaman OCTO di Halte GBK dan Beragam Solusi Digital

30 July 2026 - 15:42 WIT

Sambut HUT Ke-81 RI, 1.203 Pelanggan di Tanah Papua Nikmati Promo Tambah Daya PLN

29 July 2026 - 20:22 WIT

Fit and Proper Test Komisaris dan Direksi Baru Bank Papua Masih Tertunda

29 July 2026 - 17:02 WIT

MyPertamina Futsal Competition 2026 Sukses Digelar, Pertamina Dorong Lahirnya Talenta Muda Berprestasi

27 July 2026 - 13:03 WIT

13 Tahun Berteman Pelita dan Teror Hewan Liar, Rumah Karyo Kini Benderang Berkat Light Up The Dream PLN

25 July 2026 - 09:37 WIT

Trending di BISNIS