Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA TENGAH · 22 Jun 2024 22:18 WIT

Pemprov Papua Tengah Hadirkan Listrik di Daerah 3T, Pulau Moora Tak Lagi Gelap


					Penjabat Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk meresmikan desa berlistrik di Distrik Pulau Moora, Sabtu 22 Juni 2024. (Humas Pemprov Papua Tengah) Perbesar

Penjabat Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk meresmikan desa berlistrik di Distrik Pulau Moora, Sabtu 22 Juni 2024. (Humas Pemprov Papua Tengah)

KABARPAPUA.CO, Nabire – Masyarakat Kepulauan Moora, Kabupaten Nabire akhirnya terbebas dari gelap gulita. Pasalnya Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama PT PLN (Persero) telah menghadirkan listrik sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Penjabat Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos, MM langsung meresmikan desa berlistrik. Ribka Haluk bahkan melaunching subsidi pembayaran token listrik kepada pelanggan Orang Asli Papua (OAP) di Distrik Pulau Moora, Sabtu 22 Juni 2024.

Papua Tengah Terang adalah salah satu program utama Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Program ini sejalan dengan program pemerintah pusat untuk mencapai rasio elektrifikasi 100 persen.

Berdasarkan data Kementerian E-SDM RI, jumlah rumah tangga yang telah berlistrik di Papua Tengah mencapai 228.674 dari 242.769. Dengan demikian masih terdapat 14.095 rumah tangga yang belum berlistrik.

“Listrik saat ini merupakan kebutuhan primer bagi masyarakat. Untuk itu, Pemprov Papua Tengah akan terus mewujudkan pemerataan listrik sampai wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar),” kata Ribka Haluk.

Listrik Jantung Ekonomi Masyarakat

Penjabat Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk saat launching subsidi pembayaran token listrik kepada pelanggan OAP di Distrik Pulau Moora, Sabtu 22 Juni 2024. (Humas Pemprov Papua Tengah)

Ribka Haluk bilang, listrik merupakan jantungnya perekonomian masyarakat.  Untuk itu, pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan rasio desa berlistrik dan rasio elektrifikasi sebagai wujud nyata dari program Papua Tengah Terang.

“Untuk bisa menuntaskan mandat ini bukanlah suatu hal yang mudah. Jarak, cuaca, serta topografi ekstrem menjadi tantangan yang tidak membuat pemerintah berhenti dalam memberikan akses listrik kepada seluruh masyarakat,” lugasnya.

Pemprov Papua Tengah mulai sejak 2023 telah membangun sistem PLTS off grit untuk 506 rumah tangga yang tersebar di 10 kampung. Selain itu 1 paket PLTS untuk menunjang operasional pelayanan di rumah sakit umum daerah (RSUD) Mulia Kabupaten Puncak Jaya.

Pemerintah juga memberikan 1.250 paket lampu surya hemat energy (LSHE) kepada masyarakat di pedalaman. Langkah ini merupakan salah satu upaya mewujudkan program Papua Tengah Terang.

“Untuk memenuhi kebutuhan listrik kepada pelanggan OAP, kami dengan PT. PLN (Persero) UIW Papua dan Papua Barat telah menjalin perjanjian kerja sama. Langkah ini upaya memeratakan akses listrik kepada masyarakat Papua Tengah,” terangnya.

Adapun dalam perjanjian dengan PT PLN antara lain, Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). BPBL merupakan program bantuan pemasangan baru listrik bagi rumah tangga tidak mampu.

Program bantuan ini meliputi pemasangan instalasi tenaga listrik, dan biaya Sertifikasi Laik Operasi (SLO). Lalu, pemasangan meteran baru dan subsidi token listrik kepada pelanggan OAP.

“Melalui berbagai program ini, masyarakat yang dulunya hanya mengandalkan genset dan AKI untuk penerangan di rumahnya sekarang dapat merasakan langsung hadirnya listrik selama 24 jam. Ini adalah impian seluruh masyarakat kita yang ingin Pemprov Papua Tengah wujudkan,” ungkap Ribka Haluk.

Tahun 2024, Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Energi dan Sumber Daya Mineral Papua Tengah berhasil merealisasikan program-program tersebut. seperti penyambungan baru kepada 185 rumah tangga dan subsidi token pelanggan oap kepada 6.752 rumah tangga.

Percepatan Progam Papua Tengah Terang

Penjabat Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk foto bersama usai meresmikan desa berlistrik di Distrik Pulau Moora, Sabtu 22 Juni 2024. (Humas Pemprov Papua Tengah)

Sementara itu, Manajer PT PLN UP3 Nabire, Parmonangan Andreas Sitorus, mengatakan peresmian Desa Berlistrik dan Launching Bantuan Kelistrikan menjadi momen penting bagi Kampung Moora dan Kampung Kama Distrik Moora, Kabupaten Nabire.

Sumber energi listrik yang akan melayani masyarakat Kampung Moora dan Kama berasal dari PLTS. PLTS ini memiliki kapasitas 40 KWP dengan total PV Modul yang terpasang 50 KW yang selesai dilakukan Commisioning Test di Bulan Maret 2024 lalu.

“Ini semua bisa terlaksana berkat kerja sama PT PLN (dengan Pemprov Papua Tengah. Adapun total jumlah bantuan kelistrikan yang diberikan adalah sejumlah 113 pelanggan, dengan dominasi berupa rumah tinggal, rumah ibadah, dan bangunan desa,” terangnya.

Andreas menyebut, program bantuan pasang baru dan instalasi serta token listrik gratis dari pemerintah daerah ini, bisa membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat dan bisa mewujudkan percepatan program Papua Tengah Terang.

“Kami juga merekrut 2 putra daerah untuk menjadi operator PLTS Distrik Moora. Ini merupakan amanah Pj Gubernur untuk mengoptimalkan pemberdayaan SDM lokal,” katanya. *** (Siaran Pers)

Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

36.308 Petugas Pemilu di Papua Tengah Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

18 July 2024 - 20:47 WIT

Sekolah Perintis di Nabire Terbakar, Ribka Haluk Janji Bantu Bangun Gedung Baru

18 July 2024 - 19:33 WIT

Lantik 392 Pejabat Eselon II, III dan IV, Ribka Haluk Ingatkan Soal Loyalitas

17 July 2024 - 21:57 WIT

Diresmikan Ribka Haluk, Gedung VIP Bandara Nabire Megah dan Anti Peluru

17 July 2024 - 20:56 WIT

Terobosan Pemprov Papua Tengah dan BI Turunkan Inflasi

15 July 2024 - 22:50 WIT

Sinergi BI-Pemprov Papua Tengah Tekan Inflasi

15 July 2024 - 22:27 WIT

Trending di BISNIS