Menu

Mode Gelap

PERISTIWA · 12 Sep 2019 ·

Pemerintah Daerah Perlu Bekali Mahasiswa dengan Etika Berbudaya


					Tokoh perempua Papua, Mama Herlina Papare. (KabarPapua.co/Katharina) Perbesar

Tokoh perempua Papua, Mama Herlina Papare. (KabarPapua.co/Katharina)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura –  Tokoh perempuan Papua, Herlina Papare meminta pemerintah daerah membekali putra-putri asli Papua yang akan studi di luar tanah Papua dengan etika, sopan santun, saling menghormati satu sama lain, serta cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lanjut Herlina, selama ini pemda hanya mengirimkan anak-anak tersebut dengan beasiswa tanpa didasari dengan etika dasar, bagaimana seseorang menghormati adat istiadat pada di tempatnya berada.

“Ada istilah dimana langit dipijak, disitu langit dijunjung. Hal-hal seperti itu harus disikapi bersama. Anak-anak kita yang kuliah atau sekolah di luar daerah Papua juga harus menghormati antar sesama dengan keberagaman yang ada,” kata Herlina yang juga mengelola Sepak Bola Anak Usia Dini, Bhinneka Tunggal Ika atau yang biasa dikenal dengan sebutan Sepak Bola Batik.

Baca Juga >  214 Personel Terjaring Razia Propam Polda Papua, Pelanggaran Terbanyak Soal Ini

Hal lain yang harus diperhatikan pemeritah adalah harus ada sebuah perjanjian antara mahasiswa yang dikirim ke luar Papua dengan pemda setempat, untuk berjanji menyelesaikan kuliahnya tepat waktu dan tak melawan pemerintah.

“Minuman keras atau miras, menjadi salah satu faktor untama gagalnya pendidikan anak-anak Papua yang menempuh pendidikan di luar Papua. Bisa saja mereka di depan orangtuanya tak mabuk, tapi sudah lepas dari orangtuanya, mereka terpengaruh dengan miras,” jelas Herlina yang pernah menjabat sebagai anggota Majelis Rakyat Papua  periode 2011-2016.

Baca Juga >  Penembakan oleh KKB Hantui Penerbangan ke Oksibil Pegunungan Bintang

Kedepan, dirinya berharap 29 kabupaten/kota menerapkan pembekalan mahasiswa yang ingin keluar kota studi dengan etika berbudaya ataupun hal lainnya. Kata Herlina, cara yang ditempuh pemda bisa saja mengumpulkan anak-anak yang nantinya akan kuliah di sejumlah kota studi dan diberikan pembekalan 1-2 hari hingga 1 minggu terkait budaya dimana mahasiswa ini akan menempuh pendidikannya.  *** (Katharina)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

214 Personel Terjaring Razia Propam Polda Papua, Pelanggaran Terbanyak Soal Ini

27 September 2023 - 22:50

Polisi Ciduk Belasan Warga saat Razia Judi Togel di Wamena

27 September 2023 - 17:41

Sopir Avanza Mabuk Seruduk Angkot Rombongan Pelajar di Timika

27 September 2023 - 13:55

Penembakan oleh KKB Hantui Penerbangan ke Oksibil Pegunungan Bintang

26 September 2023 - 17:17

Tim Investigasi Selidiki Kebakaran Kantor Balai dan Posyandu di Dogiyai

25 September 2023 - 21:13

8 Rumah Warga Kampung Warari Yapen Ludes Terbakar

25 September 2023 - 19:21

Trending di PERISTIWA