Menu

Mode Gelap

PERISTIWA · 23 Apr 2016 ·

Membangun Kota Jayapura dengan Kebersamaan


					Calon Walikota Jayapura Willem Frans Ansanay bersama warga Dok IX Kali Kota Jayapura. (IST) Perbesar

Calon Walikota Jayapura Willem Frans Ansanay bersama warga Dok IX Kali Kota Jayapura. (IST)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Saat bertatap muka dengan warga yang berdomisili di Dok IX Kali, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, calon Walikota Jayapura periode 2016-2021 Willem Frans Ansanay menyatakan ingin membangun kebersamaan tanpa membedakan-bedakan suku, agama dan ras bagi semua warga.

“Baik itu warga asli Papua, maupun warga nusantara yang tinggal dan berkarya di Kota Jayapura ini. Hal inilah yang mendorong saya untuk maju mencalonkan diri menjadi Walikota Jayapura periode 2016-2021,” kata Ansanay, Jumat, 22 April 2016.

Menurut Ansanay, pihaknya cukup banyak berjuang bagi Papua dari luar Papua. Pasalnya, saat dimana kevakuman apa yang masyarakat Papua perjuangkan membutuhkan implementasi yang jelas dan konkrit, sehingga masyarakat mendapatkan apa yang diinginkan.

Perjuangan yang dilakukan Ansanay di luar Papua, antara lain, membangun demokrasi dan membangun gerakan perubahan-perubahan bagi Papua mulai tahun 1998 hingga terus ke era otonomi khusus (Otsus) bagi Papua.

Baca Juga >  WKRI Ikut Berperan Membangun SDM di Kota Jayapura

“Saya yakin hari ini sudah banyak kemajuan. Tapi saya terpanggil untuk kembali mau merealisaikan apa yang pernah saya perjuangkan. Mudah-mudahan melalui Kota Jayapura ini. Kalau Tuhan percayakan, maka saya akan memberikan harapan yang mungkin masih tersumbat,” jelas Ansanay.

Kerinduan lainnya, kata Ansanay, ada keberpihakan yang belum terselesaikan. “Untuk itu saya ingin katakan kepada semua keluarga dan masyarakat, kehadiran orang Serui harus menjadi patron kesatuan dan persatuan di Kota Jayapura. Masyarakat Serui harus memberikan semangat kebersamaan, karena hidup ini secara alami akan bersentuhan dengan siapa saja,” jelasnya.

Menurut Ansanay, di tanah Papua ini yang harus ada adalah kebersamaan membangun seluruh umat manusia. UU Otsus keberpihakan bagi orang Papua, tapi membangun Papua ada orang-orang nusantara yang harus dibangun berdasarkan regulasi atau UU yang lain, sehingga tak boleh ada diskriminasi.

“Jika saya terpilih dipercayakan dan dikehendaki Tuhan, maka saya akan bekerja sesuai kemauan masyarakat dan berdasarkan konstitusi. Sebab kemauan masyarakat itu diatur dalam UU, Peraturan Pemerintah, Peraturan Provinsi dan Peraturan Daerah, yang kemudian harus diterjemahkan,” kata Ansanay.

Baca Juga >  Ratusan Warga Rusak 3 Kantor Pemerintahan di Mamberamo Tengah Gegara Dana Desa

Menurut Ansanay, jika masyarakat mau agar lingkungan baik, maka pihaknya akan bikin lingkungan baik, sesuai kemauan masyarakat, bukan maunya pejabat atau yang memimpin. “Kalaupun kemauannya belum terpenuhi kita berusaha untuk terus perjuangkan. Kalau saya terpilih, maka itu akan saya lakukan,” jelasnya.

Tokoh pemuda di Kelurahan Tanjung Ria, Kota Jayapura bernama Goliat Aronggear mengutarakan, pihaknya minta seluruh masyarakat yang berasal dari kampung atau desa, yang sementara ini tinggal dan bekerja di Kota Jayapura, untuk memberikan doa restu dan menggalang dukungan bagi Ansanay agar bisa maju sebagai calon Walikota Jayapura. “Mari kita dukung agar berkarya di Kota Jayapura,” katanya. ***(Katharina Louvree)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Olah TKP Kebakaran Ruko di Asmat, Polisi Ambil Sampel Bangunan

9 Juni 2023 - 20:56

Ratusan Warga Rusak 3 Kantor Pemerintahan di Mamberamo Tengah Gegara Dana Desa

9 Juni 2023 - 20:22

Belasan Kali Beraksi, Remaja Ini Tertangkap Usai Jambret di Entrop

9 Juni 2023 - 16:20

Polda Papua Supervisi Keuangan di Polresta Jayapura Kota

9 Juni 2023 - 14:06

Keluarga Korban Perang Suku di Nabire Terima Santunan Rp120 Juta

9 Juni 2023 - 00:39

Santer Isu Plt Bupati Mimika Dicopot, Kuasa Hukum Klaim Belum Terima SK

8 Juni 2023 - 20:46

Trending di PERISTIWA