Menu

Mode Gelap

RAGAM · 15 Mar 2023 ·

Kisah Finalis Putri Indonesia Papua Geluti Ternak Ayam Petelur hingga Jadi Ladang Rupiah


					Maria Fransisca Tambingon, Finalis Putri Indonesia asal Papua yang sukses ternak ayam petelur. (Dok Istimewa) Perbesar

Maria Fransisca Tambingon, Finalis Putri Indonesia asal Papua yang sukses ternak ayam petelur. (Dok Istimewa)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Papua Youth Creative Hub (PYCH) atau Papua Muda Inspiratif terus membantu generasi muda untuk mengembangkan usahanya. Seperti bisnis peternakan ayam petelur yang digeluti sang Finalis Putri Indonesia tahun 20214 asal Papua.

Bahkan usaha yang digeluti Maria Fransisca Tambingon telah menjadi ladang rupiah baginya hingga meraup belasan hingga puluhan juta rupiah setiap bulan. Tercatat sekitar 4.000 ekor ayam petelur dalam peternakannya.

Pemeran dalam film ‘Boven Digoel’ itu berencana terus mengembangkan peternakan ayam miliknya, mengingat kebutuhan telur di Jayapura sangat besar. Maria bertekad meningkatkan produksi dan memberdayakan lebih banyak masyarakat dalam usahanya.

“Saya ingin jadi motivasi untuk teman muda Papua untuk terjun dan menggeluti usaha peternakan, sekaligus mengembangkan potensi yang sudah ada dalam diri di PMI,” ujar Maria kepada wartawan, Selasa 14 Maret 2023.

Maria Fransisca Tambingon, Finalis Putri Indonesia asal Papua yang sukses ternak ayam petelur. (Dok Istimewa)

Selain Maria, PYCH juga membantu membina Brigitta Hisage yang menggeluti usaha peternakan. Bahkan usaha yang belum genap setahun bisa maju hingga mempunyai 1.000 ekor ayam.  Brigitta pun menargetkan penambahan ayam pada tahun ini mencapai 5.000 ekor ayam.

“Setiap bulan omset dari hasil ayam petelur sekitar Rp 52 juta. Dikurangi biaya pakan dan karyawan, keuntungan bersih setiap bulan mencapai Rp 30 juta,” ujar Brigitta yang tinggal di Jayapura tersebut.

Baca Juga >  Tim Kesehatan Rasaka Cartenz Temukan Kasus ISPA di Mimika Timur

Maria Fransisca Tambingon, Finalis Putri Indonesia asal Papua yang sukses ternak ayam petelur. (Dok Istimewa)

Brigitta mengajak anak muda Papua untuk sama-sama membangun kesejahteraan melalui pemberdayaan ekonomi.  Setiap peluang usaha bisa digeluti asal dengan tekad yang kuat, kerja keras, dan berjejaring sejak saat saat merintisnya.

“Saya mengajak anak muda Papua untuk bergabung dengan PYCH, karena inilah jejaring yang paling tepat guna meningkatkan SDM kita,” imbuh Brigitta.

PYCH dibina oleh Badan Intelijen Negara (BIN) untuk melakukan pembinaan dan pendampingan kepada pada pengusaha muda termasuk yang menggeluti peternakan ayam.

PYCH setidaknya kini sudah mengembangkan 17 lokasi peternakan ayam petelur di Provinsi Papua dan Papua Barat. Bahkan direncanakan akan dibangun lagi 10 lokasi peternakan ayam dalam waktu dekat.

Maria Fransisca Tambingon, Finalis Putri Indonesia asal Papua yang sukses ternak ayam petelur. (Dok Istimewa)

Peternakan ayam yang dikelola profesional ini tersebar di sejumlah daerah, meliputi Manokwari 4 unit, Jayapura 3, Fak-Fak 2, Jayawijaya 2, Biak 2, Sorong 1, Keerom 1 dan Nabire 1. Sementara peternakan ayam pedaging ada di 6 lokasi, yaitu 1 di Pegunungan Arfak, 2 di Manokwari, 1 di Sorong, 1 Teluk Bintuni dan 1 di Tambrauw.

Baca Juga >  Keladi Sagu Rasaka Cartenz Temukan Penderita ISPA di Jayapura

Untuk menembus pasar luas, PYCH membantu pemasaran hasil peternakan masyarakat binaan melalui jejaring yang ada.  Antara lain di beberapa pasar yang ada, juga ada yang langsung ditampung oleh off taker di Papua dan Papua Barat.

Maria Fransisca Tambingon, Finalis Putri Indonesia asal Papua yang sukses ternak ayam petelur. (Dok Istimewa)

Kegiatan pemasaran ini dipusatkan di ruangan UMKM Gedung PYCH  di Jayapura. Tak mengherankan Gedung PYCH juga sekaligus menjadi tempat displai berbagai hasil usaha binaan PMI, mulai dari telur ayam hingga produk-produk UMKM masyarakat khususnya anak muda Papua.

Gedung PYCH juga bisa menjadi wadah bagi masyarakat Papua untuk memasarkan berbagai produk, baik itu produk kuliner maupun kerajinan khas Papua. Untuk memastikan kualitas, produk-produk yang dihasilkan dengan standar baik itu diberi label PYCH.

Untuk menjangkau pasar yang lebih luas, pemasaran juga dilakukan secara daring , memanfaatkan sarana teknologi yang dimiliki PYCH. Dengan demikian, Gedung PYCH akan menjadi representasi kekayaan ekonomi Tanah Papua. *** (Faisal Narwawan)

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Gathering Media di Malang, BI Papua Ajak 18 Wartawan Simulasikan Kebijakan Moneter

6 Juni 2023 - 12:09

Keladi Sagu Rasaka Cartenz Temukan Penderita ISPA di Jayapura

5 Juni 2023 - 18:31

Si Ipar Ajak 5 Anak Mbua Nduga Bermain Sambil Belajar

5 Juni 2023 - 18:20

Ciptakan Suasana Berbeda, Si Ipar di Jayapura Ajak Rekreasi usai Belajar

4 Juni 2023 - 21:59

Dari Rumah ke Rumah, Rasaka Cartenz Obati Warga yang Sakit di Kago Puncak

4 Juni 2023 - 16:45

Tim Kesehatan Rasaka Cartenz Temukan Kasus ISPA di Mimika Timur

3 Juni 2023 - 23:04

Trending di RAGAM