Menu

Mode Gelap

PERISTIWA · 9 Mar 2022 ·

Duka Warga Pasundan di Papua, Ini Desakan untuk Kekerasan KKB di Beoga Puncak


					Duka Warga Pasundan di Papua, Ini Desakan untuk Kekerasan KKB di Beoga Puncak Perbesar

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Paguyuban Pasundan di tanah Papua berduka. Sebanyak 3 orang dari 8 korban kekerasan KKB di tower B3 Beoga, Kabupaten Puncak merupakan warga Jawa Barat.

Ke-3 korban yang berasal dari Jawa Barat adalah Jamaludin, Bili Galdi Balion dan Ibo. Ketiganya merupakan warga Sunda yang berasal dari Bandung, Subang dan Lebak.

Warga Paguyuban berharap negara hadir dan melindungi siapapun terhadap aksi kekerasan. Paguyuban Pasundan di tanah Papua juga mengutuk keras tindakan yang tak berperikemanusiaan terhadap warga sipil yang sedang merantau, bekerja dalam proyek Palapa Timur Telematika.

“Duka mendalam kami rasakan dengan kehilangan keluarga, masyarakat dari warga paguyuban. Penghilangan nyawa manusia, siapapun dia tak dibenarkan dalam agama manapun, termasuk dalam konteks HAM,” kata Ketua Paguyuban Pasundan Wilayah Papua, Dr.H.Entis Sutisna, SE, MM, Rabu 8 Maret 2022.

Baca Juga >  KST Ngamuk Bakar Rumah Dinas DPRD dan Kios Warga di Pegunungan Bintang

Tindakan Tegas Penegakan Hukum

“Kami minta penegak hukum menindak tegas kepada siapapun yang menghilangnya nyawa orang lain. Kami semua mencintai Papua dan berharap tak ada pertumpahan darah lagi di Bumi Cenderawasih,” jelasnya.

Kata Entis, peristiwa ini menjadi hikmah yang dapat diambil, termasuk dari pihak perusahaan manapun, baik swasta dan pemerintah, saat mempekerjakan tenaga kerja yang berisiko dan memiliki tingkat keamanan rawan, termasuk di pedalaman Papua, hendaknya berkoordinasi dengan TNI Polri.

“Perusahaan wajib memberitahukan kepada pekerja terkait gambaran yang layak untuk medan geografis dan kondisi wilayah tempat kerja. Jangan hanya dijanjikan upah yang lebih tinggi dibandingkan di Pulau Jawa, para pekerja akan tertarik, tapi mengabaikan lokasi kerawannya,” jelasnya.

Baca Juga >  Penembakan oleh KKB Hantui Penerbangan ke Oksibil Pegunungan Bintang

Entis mengungkapkan beberapa bulan lalu, pihaknya mendapatkan kabar terdapat 30-an pekerja yang berasal dari Jawa Barat tertahan di pemasangan tower di Puncak. “Hal seperti ini harusnya tak terjadi,” katanya.

Pihaknya menyarankan kepada warga Jawa Barat yang akan merantau dan mengadu nasib terlebih ke Papua, harus mencari tahu informasi sebanyak-banyaknya lokasi yang akan menjadi tempat kerja.

“Intinya, ketika ada jaminan keamanan ada dan daerahnya kondusif, maka tak menjadi masalah,” jelasnya. *** (Katharina) 

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

214 Personel Terjaring Razia Propam Polda Papua, Pelanggaran Terbanyak Soal Ini

27 September 2023 - 22:50

Polisi Ciduk Belasan Warga saat Razia Judi Togel di Wamena

27 September 2023 - 17:41

Sopir Avanza Mabuk Seruduk Angkot Rombongan Pelajar di Timika

27 September 2023 - 13:55

Penembakan oleh KKB Hantui Penerbangan ke Oksibil Pegunungan Bintang

26 September 2023 - 17:17

Tim Investigasi Selidiki Kebakaran Kantor Balai dan Posyandu di Dogiyai

25 September 2023 - 21:13

8 Rumah Warga Kampung Warari Yapen Ludes Terbakar

25 September 2023 - 19:21

Trending di PERISTIWA