Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 23 Apr 2024 20:05 WIT

BI Papua Catat Serapan Uang Kartal Selama Lebaran Capai Rp1,45 Triliun


					Ilustrasi rupiah. (Beritasatu Photo/Uthan A Rachim) Perbesar

Ilustrasi rupiah. (Beritasatu Photo/Uthan A Rachim)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua mencatat realisasi serapan uang yang beredar selama momen Idul Fitri 2024 mencapai Rp1,45 triliun.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Tommy Andryas menyebut,  angka tersebut setara dengan sekitar 64 persen dari total uang yang terserap selama periode Januari-April 2024.

“Jadi di momen Idul Fitri 2024 saja sudah sekitar 64 persen dari 2,26 triliun rupiah uang yang diserap masyarakat. Jadi sangat signifikan sekali untuk peredaran uang selama Lebaran di 2024 ini,” ujarnya di Jayapura, Selasa 23 April 2024.

Menurut Tommy, jika dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2023, terjadi penurunan sekitar 5 persen. Salah satu faktor penyebabnya karena peralihan ke tranksanksi non tunai atau digital.

“Pada 2023 lalu, peredaran uang di masyarakat mencapai 2,38 triliun (rupiah). Angka ini mengalami sedikit penurunan 5 persen di 2024,” kata Tommy.

Transaksi Non Tunai Pengaruhi Serapan Uang Kartal

Ilustrasi transaksi non tunai. (net)

Dia menyebutkan, penyerapan uang saat momen Idul Fitri di Papua tidak mengalami peningkatan yang begitu besar jika dibandingkan pada momen Natal dan Tahun Baru.

“Penyerapan uang dibandingkan Natal dan Tahun Baru di Papua lebih besar yakni mencapai 5 triliun (rupiah),” ungkapnya.

Tommy berujar perputaran uang memang secara umum menggambarkan kegiatan ekonomi atau sejalan dengan perkembangan ekonomi. Dia mencontohkan ekonomi yang baik, maka perputaran uang meningkat.

“Kalau ekonomi sedang baik, maka perputaran uang meningkat. Hal ini juga dipengaruhi oleh kebiasaan masyarakat dalam menggunakan transanksi non tunai. Bahkan banyak masyarakat juga yang berbagi berkah Lebaran menggunakan QRIS,” katanya. *** (Imelda)

Artikel ini telah dibaca 114 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Esai Foto: Api Biru Jadikan Lapak Kaki Lima Jayapura Tumbuh

31 October 2026 - 00:19 WIT

Bulog Serui Perkuat Pengawasan SPHP, Pastikan Beras Pemerintah Tepat Sasaran

30 October 2026 - 18:34 WIT

Wujudkan Keadilan Negeri, PLN Sukses Terangi 128 Desa di Pelosok Papua

30 October 2026 - 16:44 WIT

Perkuat Keandalan Listrik dan Keamanan Infrastruktur, PLN Bangun Sinergi dengan Polda Papua Barat Daya

29 October 2026 - 13:24 WIT

HLN Ke-81, PLN Serui Nyalakan Listrik di Empat Kampung dan Hadirkan Promo Tambah Daya 50 Persen

28 October 2026 - 20:38 WIT

Srikandi PLN Peduli Kesehatan Bergerak, Sasar Ibu Hamil dan Anak di Sorong

28 October 2026 - 14:43 WIT

Trending di BISNIS